Share

Penyebab Utama Stunting, Malnutrisi dan Kebutuhan Gizi Anak yang Meningkat

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 27 Januari 2022 17:10 WIB
$detail['images_title']
Stunting (Foto: Daily pioneer)

INDONESIA menargetkan dapat menurunkan jumlah kasus stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024. Sementara data tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah kasus stunting masih sebesar 27,67 persen.

Stunting sendiri berpotensi memperlambat perkembangan otak. Sedangkan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar yang lebih jauhnya dapat menghambat pembangunan bangsa dan mengakibatkan jutaan orang di bawah kemiskinan yang seharusnya bisa dihindari.

stunting

Dr. Dhian P. Dipo selaku MA Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes menjelaskan, target penurunan stunting ini harus ditangani dengan kerjasama, kerja keras dan kerja nyata agar tercapai.

“Ada dua hal intervensi dalam penurunan angka stunting, yaitu intervensi spesifik dan sensitif, dan kementerian kesehatan memiliki tanggung jawab di intervensi spesifik. Yaitu dengan penguatan kapasitas SDM mulai dari tenaga kesehatan, guru hingga perangkat desa agar bisa melakukan tindak lanjut dengan tepat saat menemui kasus di lapangan,” ujar Dipo.

Kepala BKKBN dr H. Hasto Wardoyo mengatakan, penurunan angka stunting dapat tangani dengan tepat dimulai dari data, yang kemudian diolah atau dituangkan dalam penyusunan strategi.

“Salah satu langkah dini yang bisa diambil adalah bekerjasama dengan kementerian agama dan jajarannya, untuk mengidentifikasi calon pasangan yang menikah dan mengadakan pemeriksaan 3 bulan sebelum pernikahan untuk pengecekan lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan HB. Mulai dari 4 pemeriksaan tersebut yang akan menjadi program wajib," terang Hasto.

Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif selaku Dokter Spesialis Anak dan Guru Besar FKUI menjelaskan, stunting dapat ditangani selama 2 tahun pertama kehidupan anak.

“Dua penyebab utama stunting yaitu malnutrisi atau asupan gizi yang kurang dan kebutuhan gizi anak yang meningkat. Kebutuhan gizi anak yang meningkat bisa disebabkan oleh sakit, infeksi, prematuritas, alergi makanan dan kelainan metabolisme. Sehingga faktor pencegahan stunting menjadi hal yang utama,” katanya.

Arif Mujahidin selaku Communications Director Danone menambahkan, pihaknya terus mendukung gerakan pemerintah untuk mencegah dan mengatasi stunting. Berbagai langkah upaya dilakukan dengan berkolaborasi dengan para stakeholder untuk mengatasi stunting.

Sejumlah kegiatan yang dijalankan untuk mencegah stunting antara lain Aksi Cegah Stunting, Warung Anak Sehat, Generasi Sehat Indonesia (GESID), Tanggap Gizi Kesehatan dan Stunting (Tangkas).

(DRM)