Share

Rasakan Gejala Omicron seperti Ini, Segera ke Rumah Sakit!

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 20 Januari 2022 19:07 WIB
$detail['images_title']
Gejala Omicron (Foto: Yahoo)

GEJALA Omicron disebut berbeda dari varian lain seperti Delta atau Alpha dari tingkat keparahan. Omicron dinilai tidak menimbulkan kesakitan parah yang ekstrim hingga harus dirawat inap.

Seperti disampaikan dokter penyakit menular, Dr. Andrew Morris, biasanya orang yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron cukup menjalani perawatan di rumah.

Nyeri Dada

“Kebanyakan orang dengan infeksi Covid-19 dapat pulih di rumah. Kiika Anda dinyatakan sehat dan divaksinasi, ini kemungkinan akan menjadi penyakit dan gangguan yang relatif ringan. Bisa hampir tanpa gejala atau pilek, hingga sesuatu yang lebih alami,” tulis Dr. Andrew Morris dalam buletin Covid-19 miliknya.

Baca Juga : Ini Gejala Omicron Dilihat dari Kuku, Bibir dan Kulit

Dengan Omicron, gejala ringan yang paling umum yakni demam, di kisaran suhu 38 derajat Celcius atau lebih tinggi, batuk, nyeri otot atau kelelahan, sakit kepala dan sakit tenggorokan. Selain gejala-gejala ini, Anda juga harus memperhatikan tanda-tanda lainnya.

Baca Juga : Bukan Virusnya Lemah, Ini Alasan Pasien Omicron Bergejala Ringan!

Mengutip National Post, Kamis (20/1/2022) jika Anda sudah merasa kesulitan bernapas ketika hendak berdiri atau menggerakan tubuh, lalu nyeri dada dan tertekan hingga sesak napas. Inilah tanda-tanda Anda harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif karena ini memang merupakan salah satu gejala terinfeksi Omicron yang tak boleh dipandang remeh.

“Beberapa gejala mungkin merupakan sinyal bahwa perawatan medis lebih diperlukan. Gejala mungkin terlihat berbeda, tergantung pada usia. Orang dewasa biasanya bisa dehidrasi, sesak napas, atau nyeri dada, dan pusing,” kata WHO, seperti dikutip Express.

Sama halnya dengan di atas, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan, pantauan mereka memperlihatkan orang yang terinfeksi Covid-19 mengalami berbagai gejala.

Kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan terus-menerus di bagian dada, merasa bingung ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga, sampai warna bibir, kuku, dan kulit yang menjadi pucat keabu-abuan atau biru (tergantung warna kulit).

Sebagian orang juga bahkan bisa merasakan kehilangan nafsu makan, pusing, pingsan atau merasa sangat sakit sehingga tidak bisa merawat diri sendiri. CDC menyebut, biasanya gejala-gejala tersebut muncul di hari ke dua hingga 14 hari setelah terpapar virus dan bahwa siapa pun dapat memiliki gejala ringan hingga parah.

1
2