Share

5 Fakta Inhaler bagi Penderita Asma, Benarkah Bikin Ketagihan?

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 20:10 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi inhaler obat sakit asma. (Foto: Shutterstock)

3. Apakah obat oral lebih efektif dibanding inhaler?

Faktanya, berbagai studi dan penelitian menunjukkan bahwa obat oral kurang efektif karena membutuhkan waktu lebih lama untuk bekerja saat serangan asma, sementara inhaler memberikan obat langsung ke saluran udara, sehingga dapat memberikan pertolongan cepat.

Dengan cara ini, kita membutuhkan dosis obat yang lebih sedikit dan efek samping yang lebih sedikit. Misalnya, tablet asthalin 2 mg setara dengan 20 isapan inhaler asthalin karena setiap isapan hanya mengandung 100 gram.

Baca juga: Kisah Haru Neli Agustin, Perias Kampung yang Dihujat tapi Kini Sukses Jadi MUA 

4. Apakah inhaler hanya boleh digunakan untuk kasus asma parah?

Faktanya, inhaler memiliki obat yang tidak hanya meredakan tetapi juga mengontrol asma untuk jangka panjang. Asma adalah penyakit kronis yang bertahan lama tetapi penyakit yang sepenuhnya dapat dikendalikan, tidak dapat disembuhkan, dan jika tidak diobati, dapat menjadi parah sehingga tidak bisa dikendalikan. Jadi, inhaler yang menjadi andalan pengobatan asma sebaiknya digunakan secara rutin agar tidak berubah menjadi asma yang parah.

Baca juga: Jika Sudah Terdaftar di PeduliLindungi, Masyarakat Diimbau Segera Suntik Vaksin Booster 

5. Asma dapat disembuhkan?

Faktanya, asma adalah kondisi jangka panjang (kronis) yang tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, baik dengan menggunakan inhaler atau obat lain yang direkomendasikan. Tapi, itu sepenuhnya dapat dikontrol dan pasien dapat menjalani kehidupan yang benar-benar normal.

Gejala-gejala yang disebabkan oleh asma dapat mereda dalam jangka waktu tertentu dan obat-obatan yang diperlukan pada akhirnya dapat berkurang atau berhenti, tetapi bukan berarti telah sembuh.

Untuk pasien yang asmanya dipicu setelah lama tidak minum obat, serangan asma berikutnya bisa berakibat fatal. Inilah sebabnya mengapa disarankan untuk terus minum atau menghentikan obat (inhaler) hanya atas saran dokter.

(han)