Share

3 Dosis Vaksin Sinovac Disebut Belum Kuat Hadapi Omicron

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 16:04 WIB
$detail['images_title']
Varian Omicron (Foto: Reuters)

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Lukito, menegaskan bahwa mengatakan bahwa pemberian vaksin booster atau dosis ketiga menggunakan dua cara. Metode homolog (menggunakan vaksin sejenis) dan heterolog (menggunakan vaksin kombinasi).

Saat ini BPOM masih terus mencari kombinasi untuk vaksin yang diberikan berbeda dengan boosternya (Heterolog). Sementara data mengenai vaksin yang akan digunakan dengan metode heterolog sedang difinalisasi.

"Yang sedang kita tunggu adalah heterolog, untuk vaksin sebagai boosternya seperti Sinovac, Pfizer, AstraZeneca dengan primer sebelumnya adalah Sinovac,” kata Penny dalam penjelasannya.

Terkait dengan hal tersebut, Juru Bicara Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih menggunakan vaksin berdasarkan dengan Emergency Used Authorization (EUA) yang diberikan oleh Badan POM.

Meski demikian, Siti Nadia mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan dilakukan kombinasi dalam pemberian vaksin untuk mendapatkan imunitas tubuh yang lebih baik.

"Saat ini penggunaan vaksin sesuai EUA tentunya. Tapi bisa saja berubah (penggunaan vaksin Sinovac secara heterolog) kalau data ilmiah mencukupi," tuntasnya.

(DRM)