Share

Soal Prediksi Lonjakan Covid-19 Lebih dari 300 Ribu per Hari, Ini Kata Pakar

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 14:58 WIB
$detail['images_title']
Varian Omicron (Foto: Antara)

BELUM lama ini Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) mengeluarkan data prediksi kasus Covid-19 yang mungkin terjadi di Indonesia. Data tersebut memprediksi lonjakan kasus Covid-19 sampai 1 April 2022 yang diperkirakan bisa mencapai 387 ribu kasus per hari.

Lantas apakah mungkin Indonesia bakal menghadapi situasi Covid-19 seperti yang diprediksi IHME? Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Fajri Adda'i mencoba memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

 omicron

Menurut dr. Fajri, IHME adalah lembaga riset di Washington University, Amerika Serikat (AS). Mereka menggunakan proyeksi dan melihat tren dari awal tahun sekira Desember 2021 ketika Omicron ditemukan.

"Mereka melihat tren peningkatan di Indonesia dan mereka bikin proyeksi. Kalau dibilang mungkin ya ada kemungkinan. 'Tapi secara kuantitas berapa besar kemungkinannya?' Kecil kemungkinannya," terang dr. Fajri, saat diwawancarai MNC Portal, Rabu (5/1/2022).

Ia mengatakan secara surveilans nasional, sebanyak 89 persen masyarakat sudah memiliki kekebalan. Sementara itu sejauh ini belum ada indikasi Covid-19 meledak, bahkan memprediksi hampir 387 ribu kasus per hari.

Baca juga: Pilih-Pilih Vaksin Booster Covid-19, Harus Sama atau Boleh Berbeda?

"Jadi kecil kemungkinannya, less likely. Trennya belum sampai segitunya, tapi ya namanya orang bikin prediksi boleh aja mengingatkan. Tapi kemungkinannya (ledakan kasus Covid-19) kecil karena sudah memiliki kekebalan tubuh," tuntasnya.

(DRM)