Share

Indonesia Sukses Hadapi Nataru Tanpa Kenaikan Kasus Covid-19, Ini Buktinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 04 Januari 2022 18:12 WIB
$detail['images_title']
Varian Omicron (Foto: Antara)

KOORDINATOR Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, Indonesia baru saja berhasil melewati periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 tanpa adanya lonjakan kasus.

Kabar gembira tersebut disampaikan Prof. Wiku dalam Keterangan Pers Terkait Penanganan Covid-19, Selasa (4/1/2022).

Bahkan saat ini Indonesia berhasil mempertahankan penurunan kasus Covid-19 di tengah melonjaknya kasus dunia dan tantangan varian baru yakni Omicron.

 Omicron

"Jika melihat kembali pada periode November 2020 sampai Januari 2021, kasus positif Covid-19 konsisten mengalami kenaikan yang signifikan hingga mencapai puncak pertama," ucap Prof. WIku.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Wiku pun membandingkan situasi Covid-19 yang dialami Indonesia saat ini dengan yang terjadi pada tahun 2021. Berkaca dari situasi tahun lalu, penambahan kasus pada minggu pertama 2021 mencapai 52.694 kasus positif.

Jumlah 52.694 kasus tersebut dikontribusikan oleh lima provinsi yang menyumbang kasus positif tertinggi yakni DKI Jakarta sebesar 13.317, Jawa Barat 7.832, Jawa Tengah 6.726, Jawa Timur 6.375, dan Sulawesi Selatan 3.656.

"Berbeda dengan tahun lalu, tren penurunan kasus masih terus terjadi sejak Juli 2021 hingga awal Januari 2022. Bahkan penambahan kasus pada minggu pertama Januari 2022 hanya sebesar 1.409 kasus. Ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan awal tahun lalu," tambahnya.

Ia melanjutkan pada awal 2022 terjadi pergeseran posisi penyumbang kasus Covid-19 terbesar yang tidak lagi didominasi provinsi di wilayah Pulau Jawa.

 Baca juga: PM Inggris: Anggap Pandemi Covid-19 Telah Berakhir Adalah 'Kebodohan Absolut'

"Adapun lima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta dengan 526 kasus, Kepulauan Riau 168 kasus, Jawa Barat 121 kasus, Papua Barat 117 kasus, dan Jawa Timur 108 kasus," tutup Prof. Wiku.

(DRM)