Share

Kasus Omicron Bertambah 68, Kemenkes: Berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 01 Januari 2022 15:05 WIB
$detail['images_title']
Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi. (Foto: MNC Portal)

KASUS infeksi covid-19 varian omicron di Indonesia bertambah 68 orang pada Jumat 31 Desember 2021. Sebelumnya telah dikonfirmasi ada 68 kasus infeksi varian omicron yang terdiri dari 67 dari pelaku perjalanan luar negeri, sementara 1 kasus transmisi lokal. Sehingga saat ini total pasien omicron yang terkonfirmasi sebanyak 136 orang.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan 68 kasus baru infeksi varian omicron tersebut berasal dari pelaku perjalanan luar negeri dan 11 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

Baca juga: Studi: Dua Dosis Vaksin Sinovac Ditambah Booster Pfizer Kurang Ampuh Lawan Omicron 

"Semua kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri dengan asal negara kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat," papar Siti Nadia dalam siaran pers di laman resmi Kementerian Kesehatan, Sabtu (1/1/2022).

Dari 68 kasus konfirmasi omicron tersebut, sebanyak 29 orang tidak memiliki gejala, 29 orang sakit dengan gejala ringan, 1 orang sakit dengan gejala sedang, dan 9 orang lainnya tanpa keterangan.

Baca juga: Ingin Terbebas dari Pandemi Covid-19 di Tahun 2022? Kemenkes Ungkap Syaratnya 

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari penghitungan prediksi peningkatan kasus akibat omicron dibandingkan delta dan mempertimbangkan tingkat penularan dan risiko keparahan, didapat hasil kemungkinan akan terjadi peningkatan penambahan kasus yang cepat akibat omicron.

Akan tetapi penambahan kasus ini diiringi dengan tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit atau ICU yang lebih rendah dibandingkan periode delta. Artinya, varian omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi tapi dengan risiko sakit berat yang rendah.

Meski begitu, masyarakat diimbau tetap harus waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat. Upaya pencegahan dan pengendalian serta mitigasi lainnya pun tetap berjalan. Siti Nadia meminta masyarakat menahan diri tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan omicron yang sangat tinggi.

"Jangan egois, harus bisa menahan diri untuk tidak bepergian dulu ke negara dengan transmisi penularan covid-19 yang sangat tinggi seperti Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Kita harus bekerja sama melindungi orang terdekat kita dari tertular covid-19. Mari kita menahan diri," tuntasnya.

Baca juga: Ingin Terbebas dari Pandemi Covid-19 di Tahun 2022? Kemenkes Ungkap Syaratnya 

Info grafis covid-19 varian omicron. (Foto: Okezone)

1
2