Share

Bibit Vaksin Merah Putih Disebut Sesuai Standar Industri

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2021 16:30 WIB
$detail['images_title']
Vaksin Covid-19 (Foto: Unsplash)

BARU bisa dipakai rencananya pada akhir 2022, vaksin Merah Putih yang dikembangkan Eijkman dan Bio Farma dinilai sudah sesuai standar industri.

Ini memberi optimisme pada masyarakat untuk bisa mendapatkan vaksin buatan Indonesia yang berkualitas.

 Vaksin Covid-19

"Menurut industri, 'seed vaccine' atau bibit vaksin Merah Putih tersebut sudah memenuhi standar industri di mana hasil atau 'yield'-nya sudah sesuai dengan permintaan industri," kata Peneliti Vaksin Eijkman Tedjo Sasmono di acara Sarasehan: Arah Riset Biologi Molekuler di BRIN, di Auditorium Eijkman, Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Eijkman sendiri memakai platform protein rekombinan yang menggunakan sel yeast atau ragi dan sel mamalia. Keduanya punya perkembangan yang berbeda.

Ya, pada jenis sel ragi, bibit vaksinnya sudah berada di PT Bio Farma sebagai mitra industri pengembang vaksin. Tapi, bagian utama dari riset bibit vaksin yang menjadi tugas Eijkman sudah selesai. "Jadi, bola sudah ada di industri untuk yang sel ragi," tegas Tedjo.

Meski sudah selesai, namun Eijkman tetap masih melanjutkan interaksi untuk pengembangan vaksin dari bibit vaksin tersebut bersama Bio Farma. Eijkman sendiri tetap rutin melakukan konsultasi, diskusi, dan mencari cara pemurnian terbaik untuk pengembangan vaksin.

Sementara itu, yield yang sel mamalia dinilai pihak industri pun sudah memenuhi syarat industri sesuai dengan parameter-parameter yang ditetapkan industri secara keekonomian.

 Baca juga: Vaksin Merah Putih Gagal Muncul Awal 2022, Ini 3 Penyebabnya

Secara ilmiah, kata Tedjo, bibit vaksin ini sudah memenuhi aspek imunogenisitas atau kemampuan menghasilkan antibodi pada tubuh manusia. "Tapi, kami belum mendapatkan mitra industri dan hingga sekarang masih terus melakukan negosiasi dengan beberapa industri," tambah Tedjo.

Follow Berita Okezone di Google News

(DRM)