Share

Studi: Vaksin Booster Sinovac Kurang Kuat Lawan Omicron

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 23 Desember 2021 18:49 WIB
$detail['images_title']
Vaksinasi Covid-19 (Foto: Freepik)

TIGA dosis vaksin Sinovac tidak menghasilkan kadar antibodi yang cukup kuat untuk melindungi tubuh dari paparan Omicron. Artinya, vaksin yang banyak dipakai di dunia ini belum ampuh melawan Omicron.

Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang telah menerima suntikan Sinovac, yang dikenal sebagai CoronaVac, harus mencari vaksin jenis lain untuk booster mereka.

 Omicron

Penelitian yang dipimpin Malik Peiris dan David Hui, meneliti produksi antibodi penawar virus dalam darah orang yang divaksinasi dengan dua suntikan yang saat ini digunakan di Hong Kong. Mereka mengkonfirmasi dua dosis vaksin tidak cukup untuk menangkal serangan Omicron.

"Dengan temuan tersebut, peneliti menyarankan orang yang sebelumnya menerima dosis lengkap Sinovac memilih vaksin booster BioNTech, karena terbukti secara signifikan meningkatkan kadar antibodi terhadap Omicron," terang laporan penelitian dari University of Hong Kong dan The Chinese University of Hong Kong, dikutip dari Bloomberg, Kamis (23/12/2021).

Di sisi lain, mengandalkan dua dosis vaksin BioNTech, yang dikenal sebagai Comirnaty, juga tidak cukup. Artinya, kombinasi antara Sinovac dan BioNTech bisa menjadi jalan keluar dari masalah ini. Tidak bisa mengandalkan satu vaksin saja untuk booster yang diharapkan bisa cegah Omicron.

Sementara itu, sampai sekarang masih belum diketahui berapa lama kekuatan Sinovac bertahan di dalam tubuh. Ini mengartikan, diperlukan segera pemberian booster kepada penerima Sinovac untuk melindungi mereka dari Omicron.

Data Bloomberg mencatat bahwa ada lebih dari 2,3 miliar dosis suntikan yang diproduksi dan dikirim, sebagian besar untuk China dan negara berkembang.

Dengan Omicron yang 70 kali lebih mudah menular daripada varian Delta, penelitian lebih lanjut untuk membuat vaksin baru yang lebih spesifik terhadap Omicron diperlukan, karena itu cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari pandemi.

 Baca juga: Penyebab AS, Norwegia, dan Korsel Alami Ledakan Omicron

Pekan lalu, Sinovac merilis studi laboratorium yang mengatakan 94 persen orang yang mendapatkan tiga dosis vaksin menghasilkan antibodi penetralisir, meskipun tidak disebutkan levelnya. Untuk kejelasan, pihak Bloomberg rupanya sudah meminta pernyataan Sinovac, namun hingga sekarang belum ada jawaban.

(DRM)