Share

Varian Omicron Mengancam, Menkes Minta Perketat Pintu Masuk

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 12:21 WIB
$detail['images_title']
Varian omicron (Foto: Antara)

TERKONFIRMASINYA varian baru Covid-19, Omicron di Indonesia telah menggegerkan masyarakat. Varian ini terus mendapat sorotan dalam beberapa minggu terakhir karena sukses menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara.

Hingga saat ini sudah ada lebih dari 62 ribu orang di seluruh dunia yang terinfeksi varian dengan kode B.1.1.529 ini. Selain itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memasukkan varian Omicron ke dalam kategori Variants of Concern (VOC) atau Varian yang menjadi perhatian.

 Menkes

Varian ini diprediksi memiliki potensi untuk menjadi varian dominan menggantikan Delta yang sebelumnya meledak di dunia. Dengan ditemukannya 5 kasus terkonfirmasi di Indonesia, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah harus lebih memperketat pintu masuk perbatasan.

“Karenanya kita perlu memperketat kedatangan luar negeri kita dan karantina agar kasus-kasus yang datang dari Nigeria, London dan Amerika bisa terus kita jaga,” terang Menkes dalam laman resmi Kemenkes, Rabu (22/12/2021).

Disamping pengetatan pintu masuk negara, pemerintah juga terus menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk mengejar target WHO yakni 40 persen dari dari total populasi. Saat ini, total vaksinasi dosis pertama telah mencapai 152 juta dosis.

Sedangkan untuk vaksinasi dosis lengkap sudah mencapai lebih dari 107 juta dosis. Menkes menambahkan bahwa untuk mengejar target WHO, dibutuhkan partisipasi dari semua elemen bangsa. Salah satunya Kegiatan vaksinasi massal lewat sentra vaksinasi maupun fasyankes di seluruh Indonesia.

Sentra vaksinasi dan Fasyankes ini akan memberikan layanan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh target sasaran tanpa memandang domisili ataupun KTP.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memperepat vaksinasi untuk menghadapi kemungkinan masuknya Omicron ke komunitas lokal. Tolong vaksinasi kita yang paling banyak datang Pfizer dan AstraZeneca, tidak perlu pilih jenis vaksin, sebaiknya gunakan saja yang ada,” lanjutnya.

Selain itu protokol kesehatan juga harus diperkuat terutama penerapan aplikasi Pedulilindungi ditempat-tempat publik. Kedisiplinan penggunaan aplikasi ini sangat penting untuk membantu menekan penularan Covid-19.

 Baca juga: Lawan Omicron, Mana Vaksin Booster Terbaik: Pfizer atau Moderna?

"Karenanya pemerintah menekankan agar penerapan Pedulilindungi kembali ditingkatkan untuk menekan risiko bagi pengunjung," tuntasnya.

(DRM)