Share

Studi: Orang Pernah Terinfeksi Covid-19 Punya Kekebalan Super

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 20 Desember 2021 14:08 WIB
$detail['images_title']
Terinfeksi Covid-19 (Foto: Business standard)

PENELITI mengungkapkan, orang yang sudah divaksin dan terinfeksi varian Covid-19 dipercaya memiliki kekebalan super. Menjadikan mereka seperti 'Superman' di dunia nyata.

Diterangkan Fox News, pasien-pasien varian Covid-19 itu menghasilkan antibodi 1.000 persen lebih efektif dibandingkan reaksi vaksin Pfizer dua dosis. Hasil studi ini sudah diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

 pernah terinfeksi Covid-19 bikin lebih kebal

"Namun, sayangnya peneliti tidak mengikutsertakan pasien Omicron dalam studi ini. "Kami belum memeriksa varian Omicron secara spesifik, tetapi berdasarkan hasil penelitian ini, kami menduga orang yang sudah divaksin dan terpapar Omicron akan menghasilkan respons imun yang sama kuatnya di antara orang yang divaksinasi," kata penulis studi dr Fikadu Tafesse.

Seperti apa studi dilakukan?

Jadi, peneliti mengumpulkan sampel darah dari peserta-peserta yang semuanya sudah divaksin Covid-19 Pfizer dosis lengkap. Kemudian, peserta dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama diisi oleh 26 pasien yang bukan jenis varian Covid-19, sedangkan 26 pasien lain adalah pasien varian Covid-19 gejala ringan.

Dari 26 pasien varian Covid-19 itu, diketahui bahwa 10 peserta terinfeksi Delta, 9 peserta terpapar non-Delta, dan 7 orang lain tidak diketahui terinfeksi varian apa.

Penelitian ini dilakukan dari Januari hingga Agustus 2021, sehingga peneliti memiliki kepercayaan bahwa tidak ada peserta Omicron yang terlibat dalam penelitian ini.

Setelah memisahkan peserta dan mengambil darah mereka semua, peneliti mulai menguji sampel darah kepada virus corona hidup. Diketahui hasilnya bahwa peserta yang terinfeksi varian Covid-19 menghasilkan lebih banyak antibodi dalam tubuhnya dan antibodi tersebut sangat kuat dibandingkan antibodi yang dihasilkan vaksin Covid-19 Pfizer dosis lengkap.

"Anda tidak akan mendapatkan respons kekebalan yang lebih baik dari ini (infeksi varian Covid-19)," terang dr Tafesse.

Jadi, peneliti menarik kesimpulan bahwa ada peran cukup besar dalam vaksin pada pasien yang terpapar varian Covid-19. Artinya, vaksin sangat efektif melawan penyakit parah dan pada kasus orang yang terpapar varian Covid-19, kekebalan yang terbentuk sangatlah besar.

Meski penelitian ini sangat menjanjikan untuk masa depan, para peneliti menegaskan bahwa studi tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Sebab, masih ada beberapa keterbatasan dalam studi itu.

Misalnya saja ukuran sampel yang sangat kecil, perbedaan waktu antarkelompok kontrol dan peserta yang terpapar varian Covid-19 yang tidak serentak, yang mana itu dapat berpengaruh juga pada respons antibodi penetrasi silang.

"Studi ini setidaknya membicarakan solusi luar biasa untuk menghentikan pandemi. Tapi, studi ini tidak bisa dijadikan pegangan satu-satunya dalam mengalahkan Covid-19," kata rekan penulis dr Marcel Curlin.

 Baca juga: IDI : Waspada Potensi Penularan Lokal Varian Omicron

Di sisi lain, peneliti percaya bahwa setelah studi lanjutkan keluar, hasilnya cukup menjanjikan bahwa akan terjadi pengurangan keparagan epidemi di seluruh dunia.

(DRM)