Share

Tak Cuma Spinal Cord Injury Laura Anna Juga Alami Dekubitus, Apa Itu?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 15 Desember 2021 14:45 WIB
$detail['images_title']
Laura Anna. (Foto: Instagram)

SELEBGRAM cantik Edelenyi Laura Anna akhirnya meninggal setelah menderita spinal cord injury (SCI) atau cedera sumsum tulang belakang yang menyerangnya selama beberapa bulan terakhir. Laura Anna pun meninggal di usia yang tergolong muda, yakni 21 tahun.

Gadis blasteran Hungarian Indonesia itu mengalami SCI imbas dari kecelakaan mobil yang dialaminya dengan sang mantan kekasih, Gaga Muhammad. Sebelum meninggal dunia, Laura sempat mengaku memiliki luka dekubitus.

Hal itu terbukti lewat unggahan Instagramnya @edlnlaura beberapa waktu lalu untuk menyindir mantan kekasihnya Gaga Muhammad. Merangkum dari laman resmi Rumah Sakit Umum Harapan Ibu, Rabu (15/12/2021), Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Alvin Aditya S, Sp.PD menjelaskan mengenai kondisi dekubitus yang sempat dialami oleh Laura.

Laura Anna

Dekubitus adalah luka akibat tekanan (ulkus dekubitus), ini merupakan luka pada kulit dan jaringan di bawahnya yang biasanya terjadi pada tonjolan tulang. Kondisi ini muncul akibat adanya gaya gesek, peregangan kulit dan tekanan.

Adapun tempat-tempat yang beresiko mengalami dekubitus adalah kulit yang melapisi bokong, tulang ekor, tumit ataupun pinggang. Tempat lain seperti siku, lutut, sendi pergelangan kaki dan bagian belakang bahu juga rentan terkena dekubitus.

Dokter Alvin mengatakan bahwa luka tekanan terjadi karena adanya penekanan jaringan lunak yang mengakibatkan terjadinya sumbatan pembuluh darah dibawah kulit. Pembuluh darah tersebut bisa total tersumbat atau sebagian saja.

Follow Berita Okezone di Google News

Gaya gesek dan peregangan kulit juga bisa membuat luka dengan menarik pembuluh darah yang mendarahi kulit, sehingga kulit tak mendapat nutrisi cukup. Luka tekanan terjadi pada orang yang cenderung tiduran atau tak bergerak dalam waktu lama.

Orang yang berisiko mengalami dekubitus?

Lebih lanjut, dr. Alvin mengatakan ada setidaknya tiga kondisi orang yang kemungkinan besar mengalami dekubitus, diantaranya:

1. Orang yang kekurangan energi dan protein, keadaan yang lembab, penyakit yang membuat aliran darah ke kulit berkurang.

2. Pasien yang tak cukup minum sehingga kulit kering

3. Kondisi medis seperti diabetes yang menyebabkan gangguan aliran darah ke kulit.

1
2