Share

WHO Klaim Vaksin yang Ada Masih Melindungi dari Varian Omicron

Hasyim Ashari, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 14:14 WIB
$detail['images_title']
Varian omicron (Foto: DW)

PEJABAT Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, vaksin Covid-19 yang ada sekarang ini masih melindungi orang tertular terhadap varian Omicron dari kasus yang parah. Hal tersebut berdasarkan dari hasil tes laboratorium di Afrika Selatan.

Dilansir dari BBC, Rabu (8/12/2021), menurut hasil tes pertama menunjukkan bahwa suntikan vaksin Pfizer hanya melindungi sebagian dari varian baru di Afrika Selatan. Para peneliti mengatakan ada penurunan yang sangat besar dalam seberapa baik antibody vaksin menetralkan strain baru.

 vaksinasi Covid-19

Namun Direktur Kedaruratan WHO, Dr Mike Ryan mengatakan, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan varian Omicron dapat kebal terhadap vaksin daripada varian lainnya.

“Kami memiliki vaksin yang sangat efektif yang telah terbukti efektif melawan semua varian sejauh ini, dalam hal penyakit parah dan rawat inap, dan tidak ada alasan untuk berharap bahwa itu tidak akan terjadi untuk Omicron,” kata Dr Ryan kepada kantor berita AFP.

Lebih lanjut, ia menambahkan berdasarkan data awal menunjukkan Omicron tidak membuat orang lebih sakit daripada Delta dan strain lainnya. Menurutnya, kalaupun ada kasus, arahnya ke arah yang lebih ringan.

Sementara itu, Ahli Virus di Africa Health Research Institute, Professor Alex Sigal berpendapat, kemampuan vaksin Pfizer dalam pembentukan antibodi masih belum lengkap terhadap varian Omicron. Oleh sebab itu, dia menyarankan agar vaksinasi harus ditunjang dengan booster agar dapat membawa manfaat yang signifikan.

Para ilmuwan percaya infeksi sebelumnya, diikuti dengan vaksinasi atau booster, kemungkinan akan meningkatkan tingkat netralisasi dan mungkin akan melindungi orang dari penyakit parah.

 Baca juga: Omicron Lebih Mudah Menular Dibanding Varian Delta, Bisa Menginfeksi Penyintas!

Data lebih lanjut tentang seberapa baik jab Pfizer bekerja melawan Omicron diharapkan akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Belum ada data signifikan tentang bagaimana Moderna, Johnson & Johnson dan vaksin lainnya bertahan terhadap varian baru.

(DRM)