Share

Pembuat Vaksin AstraZeneca Sebut Pandemi Berikutnya Bisa Lebih Mematikan

Hasyim Ashari, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 23:16 WIB
$detail['images_title']
Pandemi Covid-19 (Foto: VOI)

SALAH satu pembuat vaksin Oxford-AstraZeneca, Sarah Gilbert menyebut bahwa wabah pandemi di masa depan bisa lebih mematikan daripada Covid-19.

Oleh karena itu, pelajaran dari pandemi Covid-19 ini tidak boleh disia-siakan, dan dunia harus siap untuk serangan virus berikutnya.

 pandemi

"Yang benar adalah, yang berikutnya bisa lebih buruk. Bisa lebih menular, atau lebih mematikan, atau keduanya. Ini bukan kali terakhir virus mengancam hidup dan mata pencaharian kita," kata Sarah Gilbert dalam Richard Dimbleby Lecture, BBC pada Senin (6/12/2021).

“Kemajuan yang telah kita buat, dan pengetahuan yang telah kita peroleh, tidak boleh hilang,” lanjutnya.

Terkait varian Omicron yang baru-baru ini sudah mulai menyebar ke sejumlah negara, Gilbert mengatakan, lonjakan varian Omicron mengandung mutasi yang diketahui meningkatkan penularan virus.

"Ada perubahan tambahan yang mungkin berarti antibodi yang diinduksi oleh vaksin, atau oleh infeksi varian lain, mungkin kurang efektif dalam mencegah infeksi Omicron," ujar Gilbert.

"Sampai kita tahu lebih banyak, kita harus berhati-hati, dan mengambil langkah untuk memperlambat penyebaran varian baru ini," tambahnya.

Sementara itu, menurut para pakar kesehatan upaya untuk mengakhiri pandemi Covid-19 tidak merata dan terfragmentasi. Hal tersebut ditandai dengan terbatasnya akses ke vaksin di negara-negara berpenghasilan rendah sementara yang sehat dan kaya di negara-negara kaya mendapatkan booster.

Sebuah panel ahli kesehatan yang dibentuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk meninjau penanganan pandemi SARS-CoV-2 telah menyerukan untuk menyediakan dana dan kemampuan yang lebih besar untuk menyelidiki pandemi.

 Baca juga: Cegah Varian Omicron, Pemerintah Belum Berencana Tambah Daftar Negara yang Dilarang Masuk RI

Salah satu proposal adalah untuk pembiayaan baru setidaknya Rp144 triliun per tahun untuk kesiapsiagaan pandemi.

(DRM)