Share

Musisi Idang Rasjidi Meninggal, Waspadai Bahaya Komplikasi Diabetes

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 15:31 WIB
$detail['images_title']
Idang Rasjidi (Foto: IG/@shadu_rasjidi)

DUNIA musik Indonesia berduka, musisi Idang Rasjidi meninggal dunia. Pria 63 tahun tersebut meninggal dunia lantaran penyakit komplikasi diabetes, pada 4 Desember 2021 pukul 23.35 WIB.

Lantas, apakah bahaya komplikasi diabetes? Benarkah dapat memicu kematian kepada penderitanya? Dilansir dari laman Health Line, penderita diabetes harus rutin memeriksakan diri. Meskipun Anda tidak merasakan sesuatu yang berlebihan. Namun mencegahnya sejak awal adalah langkah yang tepat.

Idang Rasjidi

Ada dua jenis komplikasi diebates yang mungkin Anda alami: akut dan kronis. Komplikasi akut memerlukan perawatan darurat. Contohnya termasuk hipoglikemia (gula darah rendah) dan ketoasidosis.

Apabila dua jenis komplikasi diebates tersebut tidak segera ditangani, maka akan mengakibatkan kejang-kejang, hilang kesadaran dan yang paling parah adalah menjadi sebab kematian.

Baca Juga : Kabar Duka, Musisi Idang Rasjidi Meninggal Dunia

Komplikasi kronis terjadi ketika diabetes tidak dikelola dengan baik. Diabetes menyebabkan kadar gula darah tinggi. Jika tidak dikontrol dengan baik dari waktu ke waktu, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak berbagai organ, di antaranya: mata, ginjal, jantung dan kulit.

Baca Juga : Profil Idang Rasjidi, Musisi Jazz Senior yang Meninggal di Usia 63 Tahun

Hipoglikemia

Seseorang yang menderita diabetes dapat mengalami penurunan gula darah secara tiba-tiba. Melewatkan makan atau mengonsumsi terlalu banyak insulin atau obat lain yang meningkatkan kadar insulin dalam tubuh adalah penyebab secara umum.

Selain itu yang menggunakan obat diabetes lain yang tidak meningkatkan kadar insulin tidak berisiko mengalami hipoglikemia. Gejalanya bisa meliputi, Pandangan yang kabur, detak jantung, cepat, sakit kepala, gemetar dan pusing.

Ketoasidosis

Ini adalah komplikasi diabetes yang terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat menggunakan gula, atau glukosa, sebagai sumber bahan bakar karena tubuh Anda tidak memiliki insulin atau tidak cukup insulin.

Jika sel-sel Anda kekurangan energi, tubuh Anda mulai memecah lemak. Asam yang berpotensi beracun yang disebut badan keton, yang merupakan produk sampingan dari pemecahan lemak, menumpuk di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, sakit perut hingga masalah pernapasan.

Komplikasi jangka panjang diabetes berkembang secara bertahap. Semakin lama Anda menderita diabetes, semakin tinggi risiko komplikasi.

Perawatan pencegahan yang tepat dapat membantu Anda mengontrol atau menghindari banyak atau semua komplikasi diabetes ini. Semakin baik Anda mengelola kadar gula darah, semakin rendah risiko komplikasi, dan semakin baik pandangan jangka panjang.

1
2