Share

Cegah Persebaran Varian Omicron, WHO: Percepat Vaksinasi Dosis Lengkap

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 09:43 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi vaksinasi dosis lengkap untuk cegah persebaran covid-19 varian omicron. (Foto: Okezone)

PERINGATAN terbaru telah dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait menyebarnya covid-19 varian omicron. Mereka mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap mutasi virus corona ini, terutama di wilayah Asia Pasifik.

Dihimpun dari Reuters, Sabtu (4/12/2021), pejabat resmi WHO menyatakan negara-negara Asia-Pasifik harus meningkatkan kapasitas perawatan pasien. Kemudian mempercepat program vaksinasi dosis lengkap untuk mencegah lonjakan kasus infeksi covid-19 akibat varian omicron.

Baca juga: 5 Cara Alami Atasi Kolesterol Tinggi, Mudah Banget Lho 

Info grafis varian omicron covid-19. (Foto: Okezone)

Sebagaimana diketahui, varian omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada bulan November lalu. Mutasi virus corona ini pun langsung masuk ke daftar Variant of Concern (VOC) atau jenis yang diwaspadai oleh WHO.

Omicron masuk daftar VOC bersama empat varian lainnya yakni Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Saat ini para ilmuwan masih mengumpulkan data-data untuk menentukan seberapa menular varian omicron serta bagaimana tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

Baca juga: Lezatnya Nasi Campur Sinamin Khas Karangasem, Sudah Ada sejak Zaman Jepang 

Sementara untuk peta persebaran varian omicron, pekan ini laporan terjadi di Asia. Mulai Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, India, bahkan hingga Australia. Demi menekan laju persebaran tersebut, banyak negara menerapkan aturan perjalanan.

"Mengontrol perbatasan bisa mengulur waktu, tetapi setiap negara dan setiap kelompok masyarakat harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru," kata Takeshi Kasai, direktur regional WHO untuk Pasifik Barat, dalam konferensi pers virtual.

Ia mengingatkan bahwa sejatinya jangan hanya mengandalkan pengetatan perbatasan negara, tapi juga sederet upaya pencegahan lainnya. Hal ini mengingat varian omicron dilaporkan sangat cepat menular.

Baca juga: Epidemiolog Jelaskan Penyebab Varian Omicron Bisa Tak Terdeteksi Antigen 

"Masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan penerapan kontrol perbatasan. Yang terpenting adalah mempersiapkan varian dengan potensi penularan tinggi," ucap Takeshi Kasai.

"Sejauh ini informasi yang tersedia menunjukkan bahwa kita tidak perlu mengubah langkah pencegahan, seperti saat berurusan dengan varian delta yakni mempercepat vaksinasi terhadap kelompok rentan, memakai masker, dan menjaga jarak," pungkasnya.

Baca juga: Epidemiolog Sebut Varian Omicron Masuk Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Ini Sebabnya! 

1
2