Share

Jangan Takut Makan Bersama Penderita HIV, Ini Penjelasannya

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 13:15 WIB
$detail['images_title']
HIV (Foto: The Stir)

HIV/AIDS masih menjadi penyakit yang menakutkan saat ini. Sebab penyakit tersebut menyerang imunitas tubuh dan banyak orang yang sudah menjadi korbannya.

Dokter Liliana Handranatan, Dokter Voluntary Counseling Testing khusus untuk HIV-AIDS Siloam Hospitals Balikpapan mengatakan, HIV masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Ini akibat kurangnya edukasi dan pemahaman tentang HIV membuat Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) seringkali mendapatkan perlakuan yang diskriminatif.

 makan bersama

"HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit," ujar Dokter Lili.

Menurutnya, HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius yang disebut AIDS. Nah, AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

"Jadi HIV itu adalah virusnya, sementara AIDS adalah kumpulan gejala yang disebabkan karena penurunan kekebalan tubuh," imbuhnya.

Tahap paling lanjut dari infeksi HIV adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yang dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk berkembang jika tidak diobati, tergantung pada kondisi masing-masing individu. Namun, tidak semua orang yang mengidap HIV akan berkembang menjadi AIDS.

"Secara garis besar ada empat cara virus ini ditularkan. Yang pertama melalui transfusi darah, yang kedua lewat cairan sperma atau cairan pre ejakulasi, yang ketiga lewat cairan vagina, dan yang terakhir melalui Air Susu Ibu. Jadi penularannya tidak semudah yang kita kira," tutur Dokter Lili.

HIV, lanjutnya, tidak ditularkan melalui air liur tetapi lewat darah dan cairan sperma dan air susu ibu, jadi bukan dari kontak makan. Maka, pihak keluarga dan teman-teman tidak perlu khawatir saat makan bersama dengan penderita AIDS.

Gejala dari HIV yang pertama kali muncul adalah, demam, sakit kepala, diare, dan sariawan. Biasanya untuk orang dengan HIV positif menjadi AIDS itu butuh waktu yang lama dengan durasi lebih dari 10 tahun.

"Di sana kalau sudah muncul AIDS maka gejala-gejala dari turunnya sistem kekebalan tubuh seperti infeksi-infeksi oportunistik akan bisa masuk ke dalam tubuh, jadi bisa menyebabkan infeksi TBC, kemudian penurunan berat badan yang signifikan, lalu bisa menyebabkan infeksi jamur dan lain sebagainya," terang Dokter Lili.

 Baca juga: 3 Tahap Infeksi HIV Serang Tubuh hingga Jadi AIDS

Faktor resiko merupakan hal yang harus diketahui masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan secara optimal. Faktor risiko tersebut diperoleh via penggunaan jarum suntik yang bergantian seperti pada pemakai narkoba suntik, hubungan seks yang tidak aman seperti yang biasa ditemukan pada kelompok-kelompok tertentu misalnya hubungan dengan sesama jenis. Atau air susu ibu yang sudah terkena HIV AIDS.

(DRM)