Share

Edukasi Kesehatan Lewat Digital Jadi Tantangan di Era Pandemi

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Jum'at 03 Desember 2021 07:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Freepik)

EDUKASI kesehatan menjadi tugas yang dilakukan oleh para stakeholders di bidang kesehatan. Salah satunya industri farmasi yang gencar melakukan edukasi selama pandemi.

Namun faktanya, selama memberi pemahaman tentang kesehatan kepada masyarakat muncul miskomunikasi. Karena itu, perlu kehati-hatian dalam menyampaikan informasi.

Head External Communication & Stakeholder Relation PT Kalbe Farma Tbk, Hari Nugroho mengatakan, selama memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat muncul banyak kendala. Ini pula menjadi salah satu tantangan yang dihadapi korporasi dalam berkomunikasi kepada masyarakat.

"Metode penyampaian edukasi pasti berubah seiring dengan kebutuhan komunikasi secara digital. Awalnya memang banyak yang belum siap, namun seiring waktu saat ini masyarakat sudah terbiasa mengikuti berbagai program secara online," kata Hari dalam webinar "Inovasi Komunikasi di Masa Pandemi: Tantangan bagi Keberlanjutan Korporasi"*

Hari juga mengungkapkan, kendala lainnya yang terjadi yakni masalah bahasa sains di dunia kesehatan yang terkadang sulit dimengerti masyarakat.

"Maka kita perlu kita terjemahkan dengan bahasa yang bagus dan tepat sasaran, yang bisa dipahami agar pesan tersampaikan. Komunikasi ini dilakukan gak hanya sekali," terangnya.

Selama pandemi, edukasi kesehatan digencarkan baik tentang Covid-19 maupun penyakit lainnya. Penyampaian pesan tentang bahaya Covid-19 ini sangat penting, dimulai dari mengingatkan soal patuh protokol kesehatan serta pentingnya vaksinasi.

"Secara umum tetap mentaati protokol kesehatan, melakukan vaksinasi dan menjaga kesehatan tubuh," tambahnya.

Dalam acara sama, Director Senior Consultan Inke Maris & Associate Strategic Communications Consultant Widyaretna Buenastuti menuturkan, untuk berkomunikasi lebih dekat dengan masyarakat, para korporasi kini bisa memanfaatkan kanal-kanal media sosial yang dapat menjangkau lebih banyak sasaran ke berbagai pelosok negeri seperi menggunakan Instagram Live, TikTok Challenge karena banyak masyarat menggunakan platform media tersebut.

"Kita harus tahu arah program komonukasi dengan tujuan program komunikasi yang sesuai dan realistis," ungkap Widya.

1
2