Share

Dokter Reisa Jelaskan Asal Usul Munculnya Varian Omicron

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 01 Desember 2021 18:21 WIB
$detail['images_title']
Dokter Reisa (Foto: Inst)

JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 sekaligus Duta Perubahan Perilaku, dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan mengenai asal mula ditemukannya varian Covid-19 terbaru yang bernama Omicron. Varian baru ini berhasil membuat geger seluruh masyarakat dunia sejak sepekan terakhir.

Dalam siaran pers PPKM yang disiarkan di channel YouTube Sekertariat Presiden, Rabu (1/12/2021), Dokter Reisa mengatakan, varian Omicron pertama kali ditemukan pada 24 November 2021. Penemuan tersebut dilaporkan oleh para ilmuwan di Afrika Selatan sebagai virus Corona baru dengan jumlah mutasi yang lebih tinggi daripada yang ditemukan pada varian lain.

 pandemi Covid-19

Dua hari kemudian yakni pada 26 November 2021 WHO menyatakan bahwa varian baru yang kini dijuluki Omicron masuk ke dalam varian yang wajib menjadi perhatian atau Varian of Concern (VOC). Pada 28 November 2021, Pemerintah Indonesia telah memberlakukan berbagai upaya antisipasi untuk mencegah masuknya varian baru ini.

"Termasuk pemberlakuan pembatasan perjalanan dari negara-negara yang terdeteksi varian Omicron ini. Jadi hal pertama yang kita ketahui dalam sejarah pandemi Covid-19 adalah semua respon dan antisipasi dilakukan dalam waktu yang singkat. Dengan kesigapan yang tinggi di segala bidang," terang Dokter Reisa.

Saat ini WHO dan dunia internasional sangat mengapresiasi informasi yang diberikan oleh para ilmuwan di Afrika Selatan yang begitu cepat. Ini menunjukkan bahwa respon pandemi memang harus berbasis ilmu, sains dan temuan ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan.

Lebih lanjut, Dokter Reisa mengatakan, hal lain yang harus diketahui adalah bahwa semua virus corona bermutasi. SARS-CoV-2 yang merupakan keluarga virus Corona memang dapat terus bermutasi, sejak pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019.

"Mutasi adalah perubahan kode genetik virus. Dan virus yang sudah bermutasi dari aslinya dikenal dengan sebutan varian. Dalam konteks ini varian Omicron tentunya memiliki sifat yang berbeda dari varian yang sebelumnya ditemukan yakni Alpha, Beta, Gamma dan Delta," lanjutnya.

 Baca juga: Kemenkes: Lebih dari 20 Negara Melaporkan Adanya Kasus Varian Omicron, Terakhir Jepang

Beberapa varian virus Corona memang menyebar lebih mudah dibandingkan yang lain. Seperti Delta yang telah menyebabkan laju peningkatan seperti yang dialami di Indonesia pada Juli 2021.

(DRM)