Share

Vaksin Covid-19 yang Tersedia Belum Sanggup Lawan Varian Omicron, Benarkah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 30 November 2021 10:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

VARIAN Omicron kini sedang menjadi perhatian khusus dunia. Penularan Omicron disebut lebih cepat dibanding varian Covid-19 lainnya.

Bahkan, pada beberapa kasus global, varian Omicron berhasil mengalahkan tubuh manusia yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19. Artinya, varian dengan kode B.1.1.529 tersebut cukup kuat.

Karakteristik lain dari varian yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan tersebut ialah memiliki mutasi yang sangat banyak dan dipercaya menyebar lebih mudah ke manusia.

Varian Omicron

Peneliti di Afrika Selatan pun kini tengah menguji vaksin yang ada sekarang apakah tetap mampu melawan varian Omicron atau tidak.

Profesor Penny Moore dari University of the Witwatersrand dan National Institute for Communicable Disease di Afrika Selatan mengatakan bahwa 'pseudovirus' atau virus yang tidak berbahaya dan tidak bereplikasi akan direkayasa serupa dengan mutasi Omicron.

Baca Juga : Di Tengah Merebaknya Omricon, Filipina Borong 20 Juta Dosis Vaksin Tambahan

Dari situ, penelitian akan dilakukan dengan memasukkan pseudovirus tersebut ke tubuh orang yang sudah divaksin lengkap dan penyintas Covid-19 untuk melihat apakah pseudovirus yang bertemu dengan antibodi dapat menetralkan virus atau tidak.

Baca Juga : Muncul Varian Baru Omicron, Novavax Langsung Kembangkan Vaksin Penangkalnya

Uji laboratorium melibatkan beberapa vaksin Covid-19 yang kini tersedia meliputi Pfizer, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson. Sementara itu, tes pada plasma darah pasien pulih akan membantu menjelaskan risiko ulang dari Omicron.

"Laporan awal dari Afrika Selatan menunjukkan bahwa infeksi ulang banyak terjadi pada mereka yang terpapar Omicron dibandingkan paparan varian Delta. Namun, masih perlu banyak data untuk memastikannya," papar laporan The Guardian, dikutip MNC Portal, Selasa (30/11/2021).

Omicron

Studi ini diharapkan hasilnya keluar 2 minggu mendatang, menjelaskan apakah vaksin yang 'ready' saat ini mampu melawan Omicron atau tidak. Jika tidak, tentunya perlu dilakukan pembuatan ulang vaksin supaya bekerja sangat baik melawan Omicron.

Di sisi lain, peneliti di Institut Penelitian Kesehatan Afrika di Durban tengah meneliti lebih lanjut soal varian Omicron yang diambil langsung dari tubuh orang yang terinfeksi baru-baru ini di Gauteng, Afrika Selatan. Virus Omicron yang terkumpul nantinya akan diuji langsung pada plasma orang yang sudah divaksin ataupun orang yang sembuh dari Covid-19.

1
2