Share

Infeksi HIV Global Turun 26%

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 29 November 2021 14:12 WIB
$detail['images_title']
Terkena HIV (Foto: Reuters)

JURU Bicara Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, secara global jumlah infeksi baru HIV 2020, 26 persen lebih rendah dibandingkan 2010.

Meski demikian, masih ada beberapa negara yang mengalami kenaikan dan penurunan kasus infeksi baru HIV. Seperti di Eropa Barat dan Amerika Utara yang menurun 15 persen, sayangnya di Amerika Latin kasus HIV malah meningkat sebesar 21 persen.

 HIV

Negara Timur Tengah dan Afrika Utara juga mengalami peningkatan sebesar 22 persen. Eropa Timur dan Asia Tengah melonjak 72 persen.

Sementara Afrika Barat dan Tengah mengalami penurunan sebesar 25 persen, Afrika Timur dan Selatan turun 38 persen, berikut juga Asia Pasifik turun 12 persen.

"Jadi kurang lebih 37,7 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV pada 2020. Sementara sebanyak 1,5 juta orang baru terinfeksi HIV pada 2020. Serta 680 ribu orang meninggal karena penyakit terkait AIDS pada 2020," terang Siti Nadia, dalam Media Briefing Hari AIDS Sedunia 2021, Senin (29/11/2021).

Mirisnya, Siti Nadia mengatakan bahwa dari 37,7 juta orang yang hidup dengan HIV, hanya 27,5 juta yang baru mengakses pengobatan antiretroviral. Dari total kasus HIV di dunia ada 79,3 juta sejak awal epidemi, hampir separuhnya atau 36,3 juta telah meninggal sejak awal epidemi.

 Baca juga: Akhiri Penantian Selama 40 Tahun, Peneliti Inggris Mulai Uji Vaksin HIV

"HIV itu adalah suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Sementara AIDS bukanlah suatu penyakit melainkan kondisi di mana seseorang terkena HIV dan bertambah berat tingkat keparahannya. AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome," tuntasnya.

(DRM)