Share

Bens Leo Meninggal, Waspadai Dampak Covid-19 terhadap Lansia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 29 November 2021 11:33 WIB
$detail['images_title']
Bens Leo meninggal akibat Covid-19 (Foto:

BENS Leo meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (29/11/2021), pukul 08.24 WIB. Wartawan senior sekaligus pengamat musik itu meninggal pada usia 69 tahun.

Pemilik nama lengkap Benedictus Benny Hadi Utomo itu meninggal akibat Covid-19.  Kabar duka tersebut disampaikan melalui media sosial Instagram.

Bens Leo

Sementara itu, merangkum dari Mayo Clinic, Senin (29/11/2021), risiko mengembangkan gejala Covid-19 dapat lebih berbahaya dapat meningkat pada orang yang lebih tua. Selain itu kondisi ini juga bisa terjadi pada orang dari segala usia yang memiliki masalah kesehatan serius (komorbid).

Baca Juga : Bens Leo Meninggal Dunia Akibat COVID-19

Perlu diketahui bahwa orang-orang dari segala usia, bahkan anak-anak, dapat tertular Covid-19. Tapi penyakit ini paling sering mempengaruhi orang dewasa lanjut usia (lansia).

Baca Juga : Bens Leo Meninggal Dunia, Andien: Aku Begitu Kehilangan Beliau

Risiko mengembangkan gejala berbahaya meningkat seiring bertambahnya usia. Lansia yang berusia 85 tahun ke atas memiliki risiko tertinggi mengalami gejala serius.

Di Amerika Serikat (AS), sekitar 81 persen kematian akibat penyakit ini terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas. Risiko bahkan lebih tinggi untuk lansia ketika mereka memiliki kondisi kesehatan lainnya (komorbid). Perlu diwaspadai juga, saat ini varian virus Covid-19 terus bermutasi yang memunculkan varian-varian baru.

Salah satunya adalah varian Delta yang memiliki kemampuan untuk menyebar lebih cepat dibandingkan dengan varian sebelumnya. Saat ini varian Delta telah menyebar dan menginfeksi sebagian besar negara di dunia. Belum lama ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah mengumumkan kembali varian baru yang disebut Omicron.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, lebih menular daripada varian lain, atau jika itu menyebabkan penyakit yang lebih parah. Pada pekan lalu WHO menyebut Omicron sebagai Varian of Concern (VOC) karena berpotensi lebih menular dari varian-varian sebelumnya.

Varian Omicron kini telah terdeteksi di setidaknya 13 negara, yaitu Australia, Belgia, Botswana, Inggris, Denmark, Jerman, Hong Kong, Israel, Italia, Belanda, Prancis, Kanada, dan Afrika Selatan.

1
2