Share

Gejala Omicron Tidak Masuk Akal, Sebabkan Kelelahan dan Denyut Nadi Sangat Tinggi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 29 November 2021 11:04 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

INDONESIA mengantisipasi masuknya Omicron dengan menutup pintu kedatangan turis dari 8 negara Afrika. Bahkan, karena merebaknya varian dengan nama ilmiah B.1.1.529 itu, Indonesia juga menaikkan lama waktu karantina untuk mereka yang baru tiba dari luar negeri selama 7 hari.

Varian Omicron sendiri diketahui 400 kali lipat lebih menular dari varian Covid-19 sebelumnya. Artinya, penyebaran virus antarmanusia sangat tinggi, sekalipun sudah divaksinasi dosis lengkap.

Sebagai bentuk kewaspadaan, mengenali gejala dari infeksi varian Omicron adalah sesuatu yang harus dilakukan. Lantas, apa gejala Omicron?

Omicron

Dilansir dari Wales Online, seorang dokter bernama dr Angelique Coetzee belum lama ini menangani langsung pasien varian Omicron. Menurut pengamatannya di rumah sakit wilayah Pretoria, Afrika Selatan, pasien memiliki gejala yang tidak masuk akal.

"Varian Omicron yang menyerang anak muda membuat pasien mengalami kelelahan hebat dan pada pasien usia 6 tahun denyut nadinya menjadi sangat tinggi," kata dr Coetzee, dikutip MNC Portal, Senin (29/11/2021).

Gejala Omicron

Baca Juga : Makin Menyebar, Omicron 400 Persen Lebih Cepat Menular dari Varian Delta

Ia melanjutkan, berdasar rekam medis pasien tidak ditemukan gejala sakit tenggorokan, kulit gatal-gatal, dan ada sakit kepala ringan. "Tidak ada batuk juga," tambahnya.

Baca Juga : Baca Juga : Cegah Merebaknya Varian Omicron, Epidemiolog Sarankan Karantina Wajib 7 Hari

Bahkan, gejala khas Covid-19 pada umumnya seperti hilang kemampuan indera perasa dan penciuman pun tidak dilaporkan di pasien Omicron.

"Gejala pasien-pasien Omicron berbeda sekali dari sebelumnya dan cenderung ringan dari yang sebelum-sebelumnya," ujar dr Coetzee.

Empat pasien dalam satu rumah dirawat bersamaan karena dinyatakan positif Covid-19 varian B.1.1.529 atau Omicron pada 18 November 2021. Semuanya menderita kelelahan sekalipun tubuhnya merasa sehat dan tidak ada gejala berarti yang muncul.

(hel)