Share

Kenapa Swab PCR Harus Dicolok Kedua Lubang Hidung dan Mulut?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 18:46 WIB
$detail['images_title']
Tes PCR (Foto: The journal)

TES PCR selalu melibatkan swab atau mencolok lubang hidung kanan dan kiri, serta mulut. Proses ini yang biasanya tidak disukai masyarakat karena ada sensasi sakit saat alat swab masuk ke lubang hidung.

Menjadi pertanyaan sekarang, kenapa tes PCR harus dilakukan pada kedua lubang hidung dan mulut? Apakah salah satu lokasi pengambilan sampe saja tidak cukup? Apakah ada alasan medis terkait hal tersebut?

 tes PCR

Dokter Spesialis Patologi Klink dr Basti Andiyono, SpPK(K) menjelaskan, pada dasarnya sampel tes PCR Covid-19 cukup diambil dari satu lubang hidung. Namun, agar jumlah sampel lebih banyak, swab diambil dari ketiga lokasi tersebut.

"Lokasi utama virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 berada di nasofaring atau area ujung rongga hidung. Nah, jika diambil dari salah satu lubang, ya, bisa saja. Namun, perlu juga lokasi sampel lain karena dikhawatirkan sampel yang keambil tidak cukup dan menentukan hasil akhir tes PCR," papar dr Basti dalam Live Instagram Okezone Stories yang disiarkan Kamis (18/11/2021).

Dokter Basti melanjutkan, jika sampel diambil hanya di mulut, dikhawatirkan sampel virus yang seharusnya tertangkap di alat swab tidak banyak dan sekali lagi ini berkaitan dengan prosedur medis dan meminimalisir risiko yang tak diharapkan.

Dalam kesempatan tersebut, dr Basti menjelaskan bahwa sejatinya ujung dari lubang hidung antara kanan dan kiri itu sama. Artinya, baik diswab hidung kanan maupun kiri, lokasi sampel sama.

"Balik ke awal, pemgambilan sampel swab hidung kanan dan kiri itu tetap diperlukan untuk meminimalisir hasil yang kurang maksimal. Walau, cuma diambil dari satu lubang sudah cukup," tambahnya.

 Baca juga: Harga Tes PCR di Indonesia, Erick Thohir: Kita Termasuk yang Termurah

"Saya juga mau sekalian edukasi ke masyarakat bahwa saat swab dilakukan pada hidung, sangat wajar jika Anda ingin batuk atau bersin. Itu respons tubuh saat ada benda asing ke lokasi sensitif. Saya juga mau bilang, swab yang benar itu saat alat swab masuk ke lubang hidung, Anda menangis. Itu artinya alat swab berada di tempat yang benar," papar dr Basti.

(DRM)