Share

Sering Mandi karena Takut Bawa Virus Bikin Kulit Kering, Apa Kata Dokter?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 12 November 2021 10:06 WIB
$detail['images_title']
Sering mandi (Foto: Baba Mail)

KEBIASAAN baru yang muncul di masa pandemi Covid-19 adalah rutin cuci tangan dan pada beberapa orang jadi lebih sering mandi. Ini dilakukan dengan harapan tidak membawa virus ke rumah setelah berada di luar rumah.

Tapi, ada anggapan yang mengatakan bahwa sering mandi membuat kulit kering. Apakah ini benar?

 mandi

Diterangkan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Arini Astasari Widodo, SpKK, benar bahwa sering mandi, khususnya mandi dengan air hangat, memicu kulit menjadi lebih kering.

"Di masa pandemi, cuci tangan yang sering dan mandi berkali-kali dapat membuat kulit menjadi lebih kering," kata Dokter Arini dalam webinar #AntiKresekKresek yang diadakan Zen Antibacterial, Jumat (12/11/2021).

Terlebih, sambungnya, kebiasaan jarang minum karena takut minum saat berada di luar rumah pun memicu kulit kering. "Hidrasi kulit yang rendah memicu kulit kering lebih mungkin terjadi," tambahnya.

Tidak hanya itu, mandi dengan sabun yang 'hars' juga memicu kulit kering. Hal in terjadi karena lemak di kulit lapisan paling atas hilang atau rusak. Padahal, lemak mempunyai fungsi untuk mempertahankan kelembapan kulit.

Menjadi pertanyaan sekarang, apakah ada tanda-tanda yang bisa dikenali saat kulit kering?

"Kulit kering sebetulnya tidak bisa dilihat secara kasat mata, terlebih derajatnya ringan," katanya.

Dokter Arini menerangkan, ada beberapa tanda yang bisa dikenali jika kulit Anda kering. Apa saja?

1. Kering pecah pecah,

2. Kulit terasa tertarik, biasanya ini pada kulit wajah

3. Kulit menjadi gatal-gatal

4. Terasa kasar saat diraba

5. Tampak bersisik

(DRM)