Share

Belum Masuk Indonesia, Berikut 5 Fakta Varian AY.4.2

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 11 November 2021 11:16 WIB
$detail['images_title']
Pandemi Covid-19 (Foto:Nationwide)

PEMERINTAH Indonesia terus berupaya melakukan pengawasan dan penjagaan untuk mencegah masuknya varian AY.4.2 atau biasa disebut dengan Delta Plus.

Ini merupakan sub-varian baru virus corona dari strain varian Delta yang sempat menyebabkan ledakan kasus di seluruh dunia.

Saat ini AY.4.2 ini merupakan salah satu varian yang paling ditakuti masyarakat di seluruh dunia. Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta menarik mengenai varian virus corona AY.4.2.

 pandemi Covid-19

1. Memiliki kemampuan 10 persen lebih menular ketimbang varian Delta

Merangkum dari Moscow Times, Ilmuwan Senior, Kamil Khafizov menyebut varian AY.4.2 memiliki kemampuan 10 persen lebih menular daripada varian Delta. Sebagai diketahui varian Delta adalah jenis yang paling dominan dari gelombang keempat yang terjadi di Rusia.

Sub varian AY.4.2 ini telah menyebar secara perlahan sejak pertama kali terdeteksi pada Juli 2021.

2. Vaksin Covid-19 diyakini masih efektif atasi varian AY.4.2

Khafizov yakin vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini masih efektif untuk melawan varian AY.4.2. Sebab varian jenis baru tersebut tidak begitu berbeda dengan yang lama. Alhasil tidak secara radikal mengubah kemampuan untuk mengikat antibodi.

3. Menjadi penyebab meledaknya kasus Covid-19 di berbagai negara

Saat ini ledakan kasus Covid-19 khususnya di wilayah Eropa disebabkan oleh varian AY.4.2. Merangkum dari laman Satgas Perubahan Perilaku, beberapa negara yang mengalami ledakan kasus Covid-19 akibat varian baru ini adalah Rusia, Vietnam, Singapura. Bahkan Inggris selaku negara produsen vaksin AstraZeneca juga mengalami lonjakan kasus.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan beberapa waktu lalu bahwa varian asal Inggris tersebut juga telah ditemuka di Malaysia.

4. Varian AY.4.2 belum masuk ke Indonesia

Dalam sesi jumpa pers mengenai update perkembangan Covid-19, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa varian Covid-19 AY.4.2 belum terdeteksi di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah melakukan genome sequencing antara 1.500 sampai 1.800 tes per bulan dan belum melihat tanda-tanda varian tersebut.

 Baca juga: Pelayaran Diizinkan, 1.359 Kasus COVID-19 Muncul di Kapal Pesiar

5. Varian AY.4.2 berpotensi mengkhwatirkan

Menkes Budi pernah menyebut AY.4.2 memiliki potensi mengkhwatirkan karena kecepatan menularnya. Terlebih beberapa minggu lagi masyarakat akan menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Oleh sebab itu Pemerintah Indonesia terus memonitor perkembangan varian ini. Sebab sejumlah negara tetangga telah melaporkan adanya kasus infeksi yang disebabkan oleh varian jenis ini.

(DRM)