Share

Pasien Covid-19 yang Ogah Divaksin, Wajib Membayar Tagihan Sendiri di Singapura

Hasyim Ashari, Jurnalis · Selasa 09 November 2021 12:16 WIB
$detail['images_title']
Pasien Covid-19 (Foto: UKRI)

MULAI 8 Desember 2021, semua pasien yang positif virus Corona yang tidak mau divaksin karena pilihannya sendiri wajib membayar tagihan medis mereka sendiri jika mereka dirawat di rumah sakit atau fasilitas perawatan Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura, Senin (8/11/2021).

 pasien covid-19

Sebagai informasi, Pemerintah Singapura saat ini menanggung tagihan medis Covid-19 secara penuh untuk semua warganya, pemegang izin jangka panjang, serta mereka yang dites positif setelah kembali dari perjalanan ke luar negeri.

“Saat ini, orang yang tidak divaksinasi merupakan mayoritas yang cukup besar dari mereka yang membutuhkan perawatan rawat inap intensif, dan secara tidak proporsional berkontribusi pada beban sumber daya perawatan kesehatan kami," kata Depkes seperti dikutip dari Channel News Asia (CNA), Senin (8/11/2021).

Aturan baru akan berlaku untuk pasien Covid-19 yang memenuhi syarat untuk vaksinasi tetapi memilih untuk tidak melakukannya.

Mereka yang divaksin sebagian akan dibayar tagihan medisnya oleh Pemerintah hingga 31 Desember untuk memberi mereka waktu untuk divaksinasi sepenuhnya.

Pasien Covid-19 yang tidak mau divaksin karena pilihan masih dapat memanfaatkan pengaturan pembiayaan perawatan kesehatan reguler untuk membayar tagihan mereka jika berlaku.

Sementara itu, bagi pemegang pass jangka panjang dapat menggunakan pengaturan pembiayaan mereka yang biasa, seperti asuransi swasta.

Orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi, termasuk anak-anak di bawah 12 tahun atau pasien yang tidak memenuhi syarat secara medis, akan tetap memiliki tagihan medis Covid-19 yang dibayar penuh oleh pemerintah.

Mulai 1 Januari tahun depan, hanya warga Singapura, penduduk tetap, dan pemegang izin jangka panjang yang telah divaksinasi penuh dan belum lama ini bepergian ke negara lain yang akan dibayar penuh oleh pemerintah atas tagihan medis Covid-19 mereka.

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura hal tersebut bertujuan untuk menghindari pertimbangan keuangan yang menambah ketidakpastian dan kekhawatiran publik ketika Covid-19 adalah penyakit yang muncul dan tidak dikenal.

“Untuk mayoritas yang divaksinasi, pendekatan khusus untuk tagihan Covid-19 ini akan terus berlanjut hingga situasi COVID-19 lebih stabil,” tambah kementerian.

Berbicara pada konferensi pers gugus tugas multi-kementerian, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan, pihak rumah sakit sebenarnya tidak memaksa menagih pasien Covid-19 yang tidak divaksinasi karena pilihan. Namun hal tersebut harus dilakukan untuk mendorong masyarakat agar mau disuntik vaksin.

Baca juga: Giliran Eropa dan AS Diterjang Gelombang Covid-19, Menkes: Vaksin Terbukti Tekan Angka Kematian

"Tetapi kami harus mengirimkan sinyal penting ini untuk mendesak semua orang agar divaksinasi jika Anda memenuhi syarat," tambahnya.

Hingga Sabtu, 85 persen populasi Singapura telah menyelesaikan vaksinasi lengkap mereka atau menerima dua dosis vaksin Covid-19. Sedangkan, sekitar 86 persen telah menerima setidaknya satu dosis, sementara 18 persen telah menerima suntikan booster.

(DRM)