Share

Vaksinasi Dosis Lengkap di Indonesia Capai 40%, Siap Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga?

Siska Permata Sari, Jurnalis · Minggu 07 November 2021 16:06 WIB
$detail['images_title']
Vaksinasi covid-19 dosis lengkap. (Foto: Okezone)

VAKSINASI dosis lengkap menjadi salah satu cara menangani pandemi covid-19. Vaksin sendiri telah terbukti memberikan perlindungan tambahan kepada masyarakat dari paparan dan penularan covid-19.

Kabar baiknya, saat ini cakupan vaksinasi di Indonesia telah mencapai lebih dari 200 juta dosis. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), program vaksinasi pemerintah sudah mencapai sekira 40 persen untuk kategori lengkap dan 60 persen untuk dosis pertama.

Baca juga: Cegah Kanker Serviks, Anak Perempuan Usia SD Akan Ikuti Imunisasi HPV 

Terkait kabar baik ini, epidemiolog dari Griffith University Australia dr Dicky Budiman turut mengapresiasi langkah percepatan vaksinasi di Indonesia.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

"Tentu ini capaian yang perlu diapresiasi, karena selain tidak mudah, juga cukup cepat. Terutama untuk yang dosis lengkap yakni 40 persen," kata dr Dicky saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Baca juga: 9 Jenis Iritasi Kulit pada Bayi, Simak Juga Cara Mengatasinya 

Capaian vaksinasi tersebut diketahui telah memenuhi target yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Meski begitu, masyarakat dan pemerintah tetap perlu mewaspadai adanya gelombang berikutnya atau gelombang ketiga.

"Namun, 40 persen ini belum cukup kalau bicara menghadapi atau sebagai strategi mitigasi gelombang berikut atau gelombang ketiga. Karena sekali lagi, kita perlu belajar dari negara tetangga kita, di mana mereka vaksinasi penuh sekitar 82 persen, artinya dua kali lipat lebih banyak, tetapi belum bisa mengalahkan delta variant,” ujarnya.

Dia menyarankan pemerintah untuk tetap menggenjot vaksinasi covid-19. Namun di samping itu, perlu juga mempersiapkan langkah-langkah lain untuk menghadapi kemungkinan adanya gelombang ketiga.

"Oleh karena itulah, (vaksinasi) ini harus digenjot terus. Ini juga menjadi dasar yang kuat untuk kita memberi penguatan yang lebih besar, bukan bicara vaksin saja tetapi strategi lain seperti 3T, 3M, dan juga PPKM bertingkat yang terus dijaga," kata dr Dicky.

Baca juga: Paris Hilton Cantik dengan Midi Dress Putih, Anjing Kesayangannya Juga Pakai Brand Ternama 

Dia juga meminta pemerintah fokus dalam memvaksinasi masyarakat lanjut usia (lansia) dan orang dengan komorbid.

"Kelompok rawan seperti lansia dan komorbid ini harus jadi prioritas. Apalagi, kalau lihat sebaran antar-provinsi/kabupaten/kota, ini masih banyak yang rendah, dan ini sangat berbahaya, rawan sekali," pungkasnya.

Baca juga: Ukuran Kaki Bisa Berubah Selama Pandemi Covid-19, Ini Penyebabnya 

1
2