Share

Waspada Komplikasi Kanker Prostat, dari Mengompol hingga Tidak Bisa Ereksi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 13:51 WIB
$detail['images_title']
Kanker prostat (Foto: The india express)

KANKER prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dialami pria. Risiko seseorang terkena kanker prostat semakinmeningkat seiring bertambahnya usia. Kanker prostat paling umum dialami setelah usia 50 tahun.

Merangkum dari Mayo Clinic, Selasa (2/11/2021), kanker prostat adalah kanker yang terjadi pada prostat. Prostat merupakan kelenjar kecil berbentuk seperti buahkenari pada pria yang menghasilkan cairan mani yang memberi nutrisi dan mengangkut sperma.

 kanker prostat

Beberapa jenis kanker prostat tumbuh lambat dan mungkin memerlukan pengobatan, sementara jenis lain bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat. Selain itu kanker prostat juga tidak bisa dianggap remeh dan harus mendapatakan penanganan sejak dini, sebab penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi.

Berikut beberapa komplikasi kanker prostat dan cara mengobatinya:

1.Kanker yang menyebar (metastasis)

Kanker prostat dapat menyebar ke organ terdekat, seperti kandung kemih, atau menyebar melalui aliran darah atau sistem limfatik ke tulang atau organ lain. Kanker prostat yang menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri dan patah tulang.

Perlu diketahui, setelah kanker prostat menyebar ke area lain dari tubuh, mungkin pengobatan masih bisa dilakukan untuk mengendalikan penyakit. Namun penyakit tidak mungkin disembuhkan.

2.Inkontinensia

Baik kanker prostat dan pengobatannya dapat menyebabkan inkontinensia urin atau kondisi seseorang sulit menahan buang air kecil sehingga sering mengompol. Perawatan untuk inkontinensia tergantung pada jenis, seberapa parah penyakit yang diderita. Kondisi ini kemungkinan akan membaik seiring waktu, tapi pilihan pengobatan yang bisa dipilih diantaranya obat-obatan, kateter dan operasi.

3.Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh kanker prostat atau pengobatannya yang meliputi pembedahan, radiasi atau pengobatan hormon. Obat-obatan, alat vakum dapat membantu seseorang mencapai ereksi, selain itu pembedahan juga bisa menjadi pilihan untuk mengobati disfungsi ereksi.

(DRM)