Share

Hari Stroke Sedunia, Kenali 5 Fakta soal Stoke: Anak Muda Juga Bisa Kena Loh!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 15:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HARI Stroke Sedunia biasa diperingati setiap 29 Oktober, sekaligus dilakukan untuk mengingatkan orang akan bahaya stroke. Pasalnya, bukan hanya orang tua saja yang bisa terkena stroke, tetapi juga anak muda.

Banyak orang yang masih belum begitu memahami penyakit yang bisa mengancam nyawa ini. Stroke terjadi ketika saraf pembuluh darah pada otak tersumbat.

Nah, pada tahun 2021 dan 2022 kampanye difokuskan pada peningkatan kesadaran akan tanda-tanda stroke dan perlunya akses tepat waktu ke pengobatan stroke yang berkualitas.

Ada beberapa hal penting mengenai penyakit stroke yang perlu dipahami lebih lanjut oleh Anda, khususnya bagi Anda yang mulai memiliki gejala dari stroke. Melansir RD, inilah 5 hal penting yang harus Anda ketahui mengenai stroke.

Stroke

Orang muda juga bisa kena stroke

Banyak orang beranggapan kalau stroke hanya dialami oleh orang tua. Namun dalam sebuah laporan dari Jurnal Asosiasi Jantung Amerika mengatakan bahwa sebesar 44% orang di Amerika yang berusia 25 sampai 44 tahun mengalami stroke. Maka dari itu pemeriksaan rutin, terutama ketika Anda masih muda itu sangat penting.

Memiliki kesadaran dan cepat

Jika Anda sudah mengalami beberapa gejala dari stroke seperti hilangnya keseimbangan, penglihatan buram, gagap, sisi wajah sudah mulai berubah segera kunjungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Cara mudah mengenali stroke

Dokter Salman Azhar, Direktur Stroke di Rumah Sakit Lenox Hill, New York City menjelaskan kalau Anda bisa dengan mudah mengenali stroke. Yaitu ketika Anda sudah mulai menyeret kaki saat berjalan, hal kecil tersebut dianggap menjadi salah satu gejala stroke.

Tidak selalu merasakan sakit saat stroke

Kesalahpahaman dari penyakit ini adalah, adanya rasa sakit terutama sakit kepala. Sakit kepala yang timbul tiba-tiba tersebut memang merupakan gejala stroke hemoragik, 90 persen stroke adalah iskemik di mana rasa sakit, jika ada, bukan menjadi gejala umum seperti masalah motorik atau bicara.

Teknologi pintar dapat membantu mencegah stroke

Begitu banyak cara untuk mengukur kesehatan kita sendiri yang dibantu oleh teknologi canggih. Termasuk skala pintar yang mengukur lemak tubuh dan jam tangan yang mengukur gula darah, dan chip implan kecil yang disebut loop recorder yang dapat memonitor detak dan ritme jantung yang bisa menyebabkan risiko stroke.



1
2