Share

Cuma 8% Pasien Hipertensi yang Rajin Minum Obat

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 09:20 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Hal ini juga pernah dituliskan dalam Buku Analisis Pembangunan Industri Edisi II-2021 berjudul Membangun Kemandirian Industri Farmasi Nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) disebutkan bahwa, konsumsi obat per kapita Indonesia paling rendah di antara negara-negara ASEAN.

Selama pandemi, kehadiran apotek online rasanya membantu masyarakat. Tak hanya fokus pada pencarian obat Covid-19, namun juga banyak jenis obat lain dari beragam jenis penyakit, termasuk hipertensi. 

“Melihat masih rendahnya konsumsi obat per kapita masyarakat Indonesia dan juga banyaknya komponen pengeluaran biaya kesehatan setiap bulannya termasuk pembelian obat, masyarakat tak perlu khawatir lagi," ucap CEO Lifepack & Jovee Natali Ardianto.

Natalie menambahkan, biasanya harga beli obat di apotek online lebih murah, bahkan ada juga yang di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ada juga apotek online yang memberikan promo gratis ongkir, serta tak perlu antre membeli obat dengan susah payah di masa sekarang.

"Dengan begitu, masyarakat bisa menjaga kepatuhan minum obat dan meningkatkan kualitas kesehatan pribadinya," tutup Natali.

Follow Berita Okezone di Google News

(mrt)