Share

Diklaim Obat Covid-19, Molnupiravir Dicurigai Bisa Sebabkan Kanker dan Cacat Lahir

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 12:29 WIB
$detail['images_title']
Molnupiravir (Foto: Medicalnewstoday)

"Hanya 7,3% pasien yang menerima obat Molnupiravir dirawat di rumah sakit atau kemudian meninggal dunia, dibandingkan 14,1% pasien acak penerima plasebo pada hari ke-29 penelitian," ungkap laporannya.

Hasil uji klinis tersebut mengesankan beberapa pihak, misalnya dr Anthony Fauci. "Data Merck sangat mengesankan, terlebih data soal tidak ada kematian yang terjadi selama proses penelitian dibanding dengan 8 pasien di kelompok plasebo," terangnya.

Ketua Satgas Covid-19 Gedung Putih, Jeff Zients, senada dengan dr Fauci. Tapi, menurutnya vaksinasi tetap harus diprioritaskan. "Ini adalah alat tambahan potensial untuk melindungi orang dari kasus terburuk jika terpapar Covid-19. Namun, lebih baik lagi jika mencegah orang terpapar," ungkapnya.

(hel)