Share

Waspada, Ngeden Bisa Jadi Pemicu Pendarahan Otak

Hantoro, Jurnalis · Minggu 26 September 2021 13:04 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi mengejan atau ngeden bisa jadi penyebab pendarahan otak. (Foto: Shutterstock)

Pendarahan otak tidak dapat diprediksi dan mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun sampai pecah. Pendarahan besar atau pecah biasanya akan menunjukkan gejala yang pasti dan memerlukan perawatan medis darurat.

Gejala dan tanda peringatan aneurisma bervariasi berdasarkan apakah itu pecah atau tidak. Gejala aneurisma yang tidak pecah meliputi:

Baca juga: Tukul Arwana Dilarikan ke RS, Waspadai 10 Penyebab Pendarahan Otak Ini 

- Sakit kepala atau nyeri di belakang atau di atas mata yang bisa ringan atau parah

- Penglihatan kabur atau ganda

- Pusing

- Defisit visual

- Kejang

Baca juga: Dirut RS PON Bantah Pendarahan Otak Tukul Arwana Terkait Vaksin Covid-19 

Adapun gejala pendarahan yang pecah meliputi:

- Tiba-tiba sakit kepala parah

- Leher kaku

- Penglihatan kabur atau ganda

- Kepekaan terhadap cahaya

- Kelopak mata terkulai

- Kesulitan berbicara atau perubahan kesadaran dan kondisi mental

- Kesulitan berjalan atau pusing

- Mual atau muntah

- Kejang (konvulsi)

- Hilang kesadaran

Jika mengalami pendarahan pecah, Anda mungkin hanya mengalami sakit kepala parah yang tiba-tiba. Segera cari pertolongan medis darurat jika mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala tersebut.

Follow Berita Okezone di Google News

(han)