Share

Pemerintah Siap Uji Coba Prokes Berbasis Teknologi

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 22:00 WIB
$detail['images_title']
Aplikasi peduli lindungi (Foto: Antara)

RUPANYA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pemerintah akan memulai uji coba protokol kesehatan (Prokes) berbasis teknologi, yakni melalui aplikasi Peduli Lindungi dimana menjadi platform digital yang bisa memantau aktivitas masyarakat.

Menkes menjelaskan, aplikasi tersebut nantinya akan bisa melihat langsung masyarakat yang sudah divaksin baik pertama maupun kedua. Selain itu, semua aktivitas dan lokasi seseorang bisa terbaca sehingga bisa lebih longgar.

 Menkes Budi Gunadi

Lebih lanjut, Menkes mengatakan, salah satunya adalah menonton pertandingan sepakbola di tribun, yakni jika jaraknya berdekatan dengan penonton lainnya.

"(Nonton) bola di tribun boleh teriak-teriak," katanya dalam konferensi pers.

Namun, terang Menkes, berbeda dengan seseorang yang belum mendapatkan dosis vaksin, jarak penonton dengan yang lainnya itu harus lebih renggang. Baik yang sudah divaksin dan belum tetap mengenakan masker saat menonton pertandingan di tribun.

Ia juga memberikan contoh lainnya, yakni saat makan di restoran. Orang yang sudah divaksin diperkenankan makan dalam satu meja yaitu berempat di ruangan ber-AC. Sementara yang belum divaksin, bisa duduk dalam satu meja maksimal dua orang dan di luar ruangan.

"Kegiatan di sektor pariwisata seperti hotel, restoran, pertunjukan,event bisa (ikut) main bola, pertandingan golf, kuliner," ujarnya.

Uji coba prokes berbasis teknologi ini juga dilakukan tak hanya di perkantoran, bank atau pabrik saja. Tapi juga diberikan pada sektor pendidikan seperti PAUD, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Area keagamaan seperti masjid, gereja, vihara, pura serta kegiatan lainnya juga wajib dilakukan prokes yang ketat, salah satunya melalui aplikasi tersebut.

Ia melanjutkan, sesuai dengan imbauan presiden juga menekankan harus ada strategi yang jelas dari pandemi dan epidemi, terutama dengan sosialisasi prokes dan vaksinasi harus dipercepat.

(DRM)