Share

Studi: Pasien Covid-19 Berpotensi Alami Sesak Napas hingga 1 Tahun Setelah Sembuh

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 28 Agustus 2021 11:04 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi gejala sesak napas penyintas covid-19. (Foto: Stockking/Freepik)

Para pasien menjalani pemeriksaan kesehatan terperinci pada 6 dan 12 bulan untuk menilai gejala yang sedang berlangsung dan kualitas hidup terkait kesehatan mereka. Mereka diwajibkan melakukan beberapa tes termasuk kuesioner tatap muka, pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan tes berjalan enam menit untuk mengukur tingkat daya tahan pasien.

Usia rata-rata pasien yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 57 tahun. Pasien tersebut diawasi selama rata-rata 185 dan 349 hari setelah terinfeksi covid-19. Banyak gejala sembuh dari waktu ke waktu, terlepas dari tingkat keparahan penyakit awal covid-19.

Baca juga: Mengenal Jesselyn Finalis MasterChef Indonesia, Ternyata 'Seperguruan' dengan Renatta Moeloek! 

"Meski begitu, proporsi pasien yang masih mengalami setidaknya satu gejala setelah 1 tahun terinfeksi mengalami penurunan. Persentase tersebut turun dari 68 persen pada 6 bulan menjadi 49 persen pada 12 bulan," kata seorang peneliti.

Penurunan tersebut diamati terlepas dari tingkat keparahan covid-19 yang dialami pasien saat dirawat di rumah sakit. Studi menunjukkan bahwa kelelahan atau kelemahan otot adalah gejala yang paling sering dilaporkan. Sekira setengah dari pasien mengalami kondisi ini dalam 6 bulan. Namun, perbandingan tersebut turun menjadi 1 dari 5 pasien dalam 1 tahun.

Baca juga: Grand Final MasterChef Indonesia, Mengenal Sosok Nadya Puteri Si Ratu Dessert 

Hampir sepertiga pasien melaporkan mengalami sesak napas pada 12 bulan. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari dari 6 bulan. Kondisi ini lebih umum pada pasien yang kondisinya parah dan menggunakan ventilator selama di rumah sakit. Pada pemeriksaan 6 bulan, sebanyak 349 peserta studi menjalani tes fungsi paru-paru.

Sementara 244 dari pasien tersebut menyelesaikan tes yang sama pada 12 bulan. Proporsi pasien yang mengalami gangguan difusi tidak membaik dari 6 bulan menjadi 12 bulan terlihat di semua kelompok terlepas tingkat keparahan mereka saat dirawat di rumah sakit.