Share

Sembuh Covid-19 Bisa Timbulkan Lalilulelo, Apa Itu?

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 20:40 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Infeksi Covid-19 tidak hanya berdampak ke paru-paru, tetapi juga organ penting lain seperti otak. Bahkan, ketika sembuh dari Covid-19, pasien bisa mengalami yang namanya ‘lalilulelo’ atau gangguan kognitif. Apa itu?

“Jadi sebenarnya itu istilah singkatan agar lebih mudah dipahami,” kata Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr Muhamad Fajri Adda'i dalam Live Instagram Series di @okezonecom, Rabu (25/8/2021).

Lalilulelo, jelas dia, merupakan singkatan dari labil emosi, merasa linglung, lupa, lemot atau kemampuan berpikir melambat, hingga logika berpikir yang menurun.

Lalilulelo

“La itu labil emosi. Kayak tiba-tiba bawaannya pengen marah aja, pengen sedih aja, semacam hatinya kurang nyaman begitu. Kemudian ada juga yang linglung. Ini ada (kasusnya), banyak, dan kejadian betul,” ujarnya.

Baca Juga : Covid-19 Bisa Sebabkan LALILULELO, Ini Tindakan yang Harus Dilakukan

Kondisi ‘Lalilulelo’ sendiri adalah bagian dari Long Covid-19 yang bisa terjadi setelah pasien sembuh dari infeksi virus tersebut. Dia pun menjelaskan mengapa infeksi Covid-19 bisa menyerang otak.

“Covid memang jahat, ini bukan flu biasa. Penyebabnya bisa kemungkinan karena ada penyumbatan di otak, itu bisa. Covid juga kan membuat darah pasien lebih mengental,” terangnya.

Baca Juga : Penyebab Pasien Covid-19 Alami Kondisi LALILULELO

Selain itu, kemungkinan lainnya adalah karena peradangan yang terjadi pada tubuh saat terinfeksi Covid-19. “Covid ini kan bukan penyakit biasa dia menyebabkan peradangan di seluruh tubuh. (Saat terkena Covid-19) ada zat peradangan yang bikin tubuh kita ini fight. Jadi peradangannya lebay, berlebihan, termasuk ke otak,” jelas dr Fajri.

Kemudian penyebab berikutnya adalah kurangnya pasokan oksigen ke otak karena paru-paru menburuk akibat Covid-19. “Kalau kondisinya berat, primernya kan Covid itu menyerang paru-paru, ketika paru terserang, apalagi kondisinya berat, butuh ventilator, itu kan kondisi oksigen di darahnya berkurang, otomatis yang ke otak juga berkurang,” paparnya.

Dia mengatakan, sampai saat ini belum ada obat untuk mengatasi kondisi ‘Lalilulelo’ pasca sembuh Covid-19. Hal yang dapat dilakukan adalah latihan dan menjalani gaya hidup sehat seperti olahraga hingga makan makanan bergizi.

“Makan yang teratur, gizi seimbang. Selain itu minum yang banyak, tidur yang cukup. Tidur itu untuk restorasi, regenerasi sel-sel saraf kita. Enggak hanya saraf, tetapi sel-sel di tubuh kita yang lain. Terakhir, jangan lupa kalau punya penyakit penyerta, itu dikontrol. Itu penting banget,” tandasnya.

1
2