Share

Telemedisin Disebut Akan Tetap Jadi Bagian Layanan Dokter Setelah Pandemi Usai

Antara, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 08:48 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi telemedisin. (Foto: Pixabay)

DI masa pandemi covid-19 ini layanan telemedisin menjadi andalan banyak orang untuk memeriksakan kesehatan. Diprediksi telemedisin tetap menjadi bagian pelayanan dokter bahkan setelah pandemi nanti.

"Telemedisin akan menjadi bagian pelayanan dokter di masa depan, bahkan setelah pandemi usai," kata pakar kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Vito Anggarino Damay SpJP MKes FIHA FICA FAsCC, seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Ini Waktu yang Ideal Konsultasi dengan Dokter saat Isolasi Mandiri 

Dokter Vito yang mengambil spesialisasi jantung dan pembuluh darah serta tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) ini mengatakan para dokter termasuk dirinya dan tim terus mengikuti perkembangan teknologi serta makin terbiasa memanfaatkan telemedisin.

Ilustrasi telemedisin.

Tidak hanya dokter, masyarakat pun nantinya perlahan terbiasa memanfaatkan layanan kesehatan ini, termasuk pasien penyakit jantung. Bagi pasien hipertensi dan gangguan kolesterol misalnya, telemedisin bisa menjadi sarana konsultasi sekaligus membantu mereka meminum obat secara rutin agar kondisinya stabil.

"Kasus seperti hipertensi dan kolesterol tinggi masih bisa dengan telemedisin. Juga kontrol obat-obat rutin. Pasien-pasien gagal jantung juga sama, mereka rutin minum obat kondisi baik-baik atau pasien pernah pasang ring atau dulu sempat serangan jantung bila stabil bisa lewat telemedisin dulu," jelas dr Vito.

Baca juga: Tidak Pernah Makan Ikan, Bahayakah untuk Kesehatan? 

Di sisi lain, lanjut dia, telemedisin pun dapat menjadi sarana edukasi masyarakat, khususnya dalam menjaga kondisi kesehatan, termasuk obat-obat yang sebaiknya diminum ketika sakit menyerang.

Berbicara hal yang penting untuk menunjang layanan telemedisin, dr Vito menyebut keterbukaan dan kecerdasan pasien. Sama seperti saat konsultasi langsung, melalui layanan telemedisin biasanya dokter melakukan anamnesa atau memeriksa kondisi pasien melalui wawancara sebelum akhirnya memberikan diagnosis.

Dalam hal ini, pasien perlu bisa menjelaskan kondisi tubuhnya secara detail. Demikian diungkapkan Hiyo, salah seorang yang sudah memanfaatkan telemedisin sebelum pandemi covid-19.

Dia mengatakan, selain detail keluhan, pasien juga perlu memberikan informasi rekam medisnya kepada dokter.

Ibu satu putri ini mengakui orang bisa saja merasa kesulitan di sini, khususnya mereka yang tidak bisa menjelaskan kondisi tubuhnya kepada dokter.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 untuk Nakes, Bukan Masyarakat Umum 

Lebih lanjut mengenai pengalaman memanfaatkan telemedisin, termasuk saat putri dan suaminya sakit, Hiyo berpendapat layanan ini belum terhubung ke klinik setempat.

"Enggak terhubung sama klinik setempat jadi kayak masih tersentralisasi. Kalau ada yang dekat kan lumayan. Kalau ada yang kurang bisa disamperin," kata Hiyo yang tinggal di kawasan Depok, Jawa Barat.

Ketika ditanya apakah akan tetap memanfaatkan layanan telemedisin saat pandemi usai, Hiyo mengiyakan. "Tetap pakai, soalnya dari sebelum pandemi saja sudah pakai, apalagi sesudah (pandemi)," pungkasnya.

1
2