Share

Jakarta Mulai Vaksinasi Pengidap Autoimun Pakai Moderna, Benarkah Aman?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 Agustus 2021 12:16 WIB
$detail['images_title']
Vaksin Moderna (Foto : Cbc)

WARGA DKI Jakarta yang memiliki masalah kesehatan autoimun mulai divaksin dengan vaksin Moderna. Pelaksanaan vaksinasi kelompok ini diharapkan dapat memberikan perlindungan pada pasien dengan gangguan sistem kekebalan di tengah kondisi pandemi yang belum terkendali.

Orang dengan defisiensi autoimun masuk dalam kategori rentan jika terpapar Covid-19. Risiko gejala berat hingga kematian bisa dialami kelompok penyakit ini.

Sayangnya, hingga sekarang belum ada yang bisa mengukur tingkat kekebalan orang yang divaksinasi bertahan berapa lama. Meski begitu, para dokter dan ahli kesehatan setuju bahwa mendapatkan vaksin Covid-19 lebih baik daripada tidak sama sekali.

"Vaksinasi Covid-19 sangat direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan reumatologi dan autoimun, terutama karena pasien kelompok penyakit ini dianggap memiliki risiko tinggi untuk dirawat di rumah sakit dan gejala yang dialami bisa lebih buruk dari pasien Covid-19 itu sendiri," kata dr Marwan Haddad, direktur medis dari Center for Key Populations with Community Health Center, Inc, dikutip dari My Record Journal, Jumat (20/8/2021).

Vaksin Moderna

Dokter Haddad menyatakan, mereka yang sampai saat ini belum direkomendasikan menerima vaksin adalah orang dengan alergi terhadap bahan apapun yang ada di kandungan vaksin. Karena itu, agar lebih aman, katanya, pasien autoimun harus berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter untuk memastikan apakah dirinya layak atau tidak menerima vaksin.

Untuk mengeluarkan rekomendasi, beberapa dokter mengacu pada panduan vaksin untuk pasien defisit autoimun dari American College of Rheumatology (ACR). Panduan ini sudah ada sejak Februari 2021.

Baca Juga : Pengidap Autoimun Tak Bisa Sembarangan Divaksin Covid-19

Pengidap autoimun itu memiliki sistem kekebalan terlalu aktif yang menyerang diri sendiri. Beberapa jenis penyakit autoimun itu antara lain SLE (systemic lupus erythematosus), rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, penyakit radang usus, dan diabetes tipe 1.

"Meskipun data masih terbatas, tampaknya pasien dengan kondisi autoimun dan peradangan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan Covid-19 hingga dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan populasi umum dan memiliki hasil medis yang lebih buruk terkait infeksi," papar dr Jeffrey Curtis, Ketua Satgas Bimbingan Klinis Vaksin Covid-19 ACR.

"Berdasar kekhawatiran tersebut, manfaat vaksinasi Covid-19 pada pasien dengan kondisi autoimun lebih besar daripada risiko kecil apapun yang mungkin terjadi pada reaksi autoimun baru atau penyakit yang bisa kambuh setelah vaksinasi," tambahnya.

Vaksin mRNA aman untuk pasien dengan kondisi autoimun?

Jika mengacu pada kondisi di DKI Jakarta, pemerintah provinsi itu menetapkan vaksin mRNA Moderna yang dipakai untuk vaksinasi pasien autoimun. Apakah ini aman?

Dalam jurnal ilmiah yang sama dikatakan bahwa dokter memang akan merekomendasikan pasien dengan kondisi autoimun untuk mendapatkan vaksin mRNA seperti Pfizer atau Moderna.

Vaksin Moderna

"Vaksin mRNA mengandung fragmen mRNA yang mengarahkan sel untuk membuat protein lonjakan (spike protein) spesifik yang memasang respons antibodi terhadap virus yang sebenarnya," kata laporan tersebut.

Karena sifat tersebut, dokter meyakini kekuatan vaksin mRNA lebih baik untuk tubuh pasien dengan kondisi autoimun. "Kami tidak suka memberikan virus yang lemah kepada orang dengan gangguan kekebalan," kata dr John Magaldi, kepala spesialis reumatologi di Hartford Healthcare.

1
2