Share

Begini Cara Menyusui Bayi saat Ibu Terinfeksi Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 19 Agustus 2021 15:40 WIB
$detail['images_title']
Ibu menyusui (Foto: UT physicians)

PARA ibu perlu didorong untuk mulai menyusui dalam satu jam pertama paska-persalinan dan memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan anak. Kemudian meneruskan menyusui hingga anak berusia dua tahun atau lebih dengan makanan pendamping ASI yang tepat.

Bagi bayi dan balita, ASI adalah sumber gizi yang terbaik dan sudah terbukti keampuhannya dalam menyelamatkan kehidupan. ASI membantu melindungi anak dari berbagai penyakit yang banyak dialami anak-anak, seperti diare dan pneumonia.

 ibu menyusui

Namun, di masa pandemi seperti saat ini, tak menutup kemungkinan bahwa ada ibu-ibu yang terinfeksi Covid-19 pada saat melahirkan. Akibatnya, mereka pun khawatir untuk memberikan ASI kepada bayinya.

Koordinator Substansi Pengelolaan Konsumsi Gizi, Dit Gizi Masyarakat Mahmud Fauzi S.K.M, M.Kes mengatakan, hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa Covid-19 bisa ditularkan dari ibu ke anak melalui ASI.

"Tidak ditemukan zat ASI yang terkonfirmasi Covid-19," kata Mahmud melalui webinar Merdeka Menyusui di Masa Pandemi.

Pada umumnya, obat untuk perawatan Covid-19 aman untuk bayi yang disusui. Konsultasikan dengan dokter yang merawat untuk memastikan keamanan obat terhadap bayi.

Sehingga, ibu menyusui yang positif terinfeksi Covid-19 dan tidak mengalami gejala yang berat dapat menyusui langsung dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat.

Bagaimana supaya bayi yang disusui oleh ibu positif Covid-19 tidak tertular?

Untuk mencegah penularan Covid-19 pada bayi, ibu perlu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat seperti selalu memakai masker medis saat menyusui dan merawat bayi.

Selain itu, pastikan juga bahwa ibu selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir saat sebelum dan setelah memegang bayi. Tak lupa, ibu juga harus selalu membersihkan dan mendesinfeksi permukaan dan benda yang sering disentuh ibu dan bayi.

Namun, jika ibu tidak kuat untuk menyusui secara langsung karena tingkat keparahan Covid-19 yang dideritanya, maka ibu atau anggota keluarga lain yang sehat dapat memberikan ASI perah pada bayi.

Saat ingin memberikan ASI perah kepada bayi, sang ibu harus memastikan kebersihan diri pada saat memerah ASI. Kemudian, gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASI perah kepada bayi.

Jangan lupa, gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASI perah. Ketika keadaan ibu sudah membaik, ibu pun dapat segera kembali menyusui anaknya secara langsung.

(DRM)