Share

Pantai Gading Deteksi Virus Ebola Pertama dalam 25 Tahun

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 15 Agustus 2021 11:07 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : Devdiscourse)

DI tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, penyakit lain yang telah lama hilang kembali muncul. Salah satunya virus Ebola yang pernah menjadi masalah kesehatan serius di Afrika.

Menteri kesehatan Pantai Gading dan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dalam pernyataan terpisah, Sabtu (14/8), mengatatakan bahwa Pantai Gading mengukuhkan kasus pertama virus ebola dalam 25 tahun.

Menteri Kesehatan Pierre Dimba mengatakan di televisi nasional bahwa virus seorang gadis remaja yang berusia 18 tahun mengidap virus tersebut. Dia baru saja melakukan perjalanan dari negara tetangga Guinea.

Ebola

WHO mengatakan dalam pernyataan bahwa Pantai Gading mengonfirmasi kasus pertama Ebola di negara itu sejak 1994. Menurut WHO, penyelidikan awal mendapati pasien melakukan perjalanan ke Pantai Gading melalui darat dan tiba di Abidjan pada 12 Agustus.

Baca Juga : Penemu Ebola Peringatkan Ancaman Virus Baru Setelah Covid-19

Guinea - tempat terjadinya wabah Ebola pada 2014-2016, yang paling mematikan dalam catatan - mengalami wabah Ebola empat bulan awal tahun ini yang dinyatakan berakhir pada 19 Juni. Guinea awal pekan ini mengonfirmasi kasus pertama virus Marburg di Afrika Barat. Penyakit virus Marburg adalah demam berdarah yang sangat menular mirip Ebola.

Penularan kedua penyakit mematikan itu terjadi melalui kontak dengan cairan dan jaringan tubuh yang tertular. Gejalanya meliputi sakit kepala, muntah darah, nyeri otot dan perdarahan.

Menurut WHO, tidak ada indikasi kasus saat ini di Pantai Gading terkait wabah di Guinea awal tahun ini. Dikatakan, penyelidikan lebih lanjut dan pengurutan genom akan mengidentifikasi varian dan menetapkan apakah ada kaitannya

(hel)