Share

Jubir Kemenkes: Lansia dengan Komorbid Bisa Dapat Vaksinasi Covid-19

Antara, Jurnalis · Sabtu 14 Agustus 2021 12:12 WIB
$detail['images_title']
Vaksinasi covid-19 untuk lansia. (Foto: Kemenkes.go.id)

MASYARAKAT lanjut usia (lansia) termasuk kelompok yang perlu mendapat vaksinasi covid-19, bahkan jika mereka memiliki penyakit penyerta (komorbid). Demikian dikatakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi MEpid.

"Banyak sekali hoaks yang kemudian membuat lansia berpikir komorbid tidak bisa divaksin. Padahal, vaksin sudah dirancang untuk yang memiliki komorbid. Kita tahu vaksin ini ditujukan untuk virus penyebab covid-19 dan virus ini berisiko dialami orang dengan komorbid," kata dr Siti Nadia dalam diskusi interaktif virtual yang digelar KPC-PEN, Jumat 12 Agustus 2021, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Berbagai Faktor Penyebab Lambatnya Pencapaian Target Vaksinasi Kelompok Lansia 

Meski begitu, sama seperti masyarakat pada umumnya, sebelum disuntik, komorbid yang dialami lansia perlu dipastikan terkontrol. Bagi penderita hipertensi misalnya, vaksin tetap bisa diberikan asalkan tekanan darahnya di bawah 180/110 MmHg dan pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan sebelum meja skrining.

Sementara untuk kelompok komorbid dengan diabetes, vaksinasi covid-19 bisa diberikan sepanjang belum ada komplikasi akut dan kondisinya stabil.

Vaksinasi covid-19 untuk lansia. (Foto: Kemenkes.go.id)

"Kalau punya tekanan darah tinggi, di bawah 180, masih bisa disuntik, atau kalau punya penyakit jantung dia tidak sedang sesak, keringat dingin, tidak ada serangan maka vaksinasi tetap bisa diberikan," tutur dr Siti Nadia.

Ia mengingatkan pentingnya lansia bisa mendapatkan vaksinasi covid-19 seiring sistem daya tahan tubuhnya yang tidak sekuat dan secepat orang muda melawan virus penyakit akibat penuaan. Belum lagi komorbid yang umumnya diidap lansia.

Baca juga: Pentingnya Terapkan Healthy Aging Sedari Muda agar Sehat saat Lansia 

"Sistem (imun) yang berproses lebih lambat (akan lebih lambat mengenali virus penyebab covid-19), maka itu perlu adanya vaksinasi untuk membantu melatih sistem imun supaya lebih cepat, siap, tanggap, kalau nanti betul-betul terkena covid-19," ujar dr Siti Nadia.

Hal senada diungkapkan dokter yang juga Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Tingkat Pusat dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr Reisa Broto Asmoro. Ia menuturkan, setiap orang tidak hanya lansia perlu memahami kondisi dirinya. Saat kondisinya sehat, maka dia boleh-boleh saja divaksin.

(han)

1
1