Share

Cegah Meluasnya Kasus Covid-19, Pemerintah Genjot Pelacakan Kontak Erat

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 14 Agustus 2021 16:16 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi tracing kontak erat pasien covid-19. (Foto: Medicaldaily)

PEMERINTAH terus menggencarkan sejumlah langkah untuk mencegah meluasnya persebaran covid-19 di Tanah Air. Salah satunya adalah upaya tracing atau pelacakan kontak erat pasien covid-19.

Langkah menelusuri kontak erat pasien covid-19 menjadi kunci agar kasus positif bisa diatasi lebih cepat. Maka itu, pemerintah saat ini melibatkan banyak pihak, terutama TNI dan Polri, untuk menggenjot tracing kasus covid-19.

Baca juga: Kabar Baik, Kasus Konfirmasi Covid-19 Turun Mencapai 18% 

"Kita sedang menggalakkan pelacakan kontak erat, karena itu merupakan kunci untuk menemukan kasus lebih awal. Agar pasien segera diisolasi atau karantina sehingga tidak terjadi persebaran secara luas. Jumlah kontak yang dilacak akan makin meningkat," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi dalam siaran langsung Update PPKM di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat 13 Agustus 2021.

Ia melanjutkan, seiring peningatan tracing, pemerintah sekarang juga sedang memperbaiki sistem aplikasi untuk pencatatan data serta pelaporan.

Ilustrasi kasus covid-19 di Indonesia. (Foto: Okezone)

"Kementerian Kesehatan tetap berkomitmen tinggi terhadap transparansi, dan untuk terus melakukan perbaikan secara terus-menerus terhadap kualitas data secara nasional," tambahnya.

Di saat yang sama, dr Siti Nadia mengungkapkan bahwa saat ini beberapa provinsi sudah berhasil menurunkan level PPKM-nya, di antaranya Jawa Barat dan Banten yang awalnya Level 4 menjadi 3.

Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi Lengkap Tenaga Kesehatan Kurangi Risiko Dirawat Inap 

Namun, kasus meningkat di luar Jawa-Bali harus menjadi pengingat bahwa upaya 3T (testing, tracing, treatment) ditambah kepatuhan akan protokol kesehatan tetap harus terus dilakukan.

"Perlu diperhatikan bahwa insiden kasus meningkat di wilayah-wilayah luar Jawa-Bali. Sehingga kita terus memperkuat upaya testing dan isolasi, serta meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan. Ini sekaligus mengantisipasi lonjakan kasus yang bisa menekan sistem kesehatan pelayanan kesehatan terutama di luar Jawa dan Bali," tutupnya.

(han)

1
1