Share

Alasan Nakes Butuh Vaksinasi Dosis Ketiga, Efektivitas Menurun?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 20:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : News Medical)

TENAGA kesehatan menjadi salah satu kelompok paling berisiko terhadap kematian akibat Covid-19. Data terbaru menyebutkan selama periode Januari hingga Juni 2021, 20 orang tenaga kesehatan meninggal karena Covid-19.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi. Selain itu, dr Siti Nadia mengatakan, 75 persen kematian pada tenaga kesehatan adalah pada mereka yang belum divaksin atau yang baru divaksin dosis pertama. Lebih tepatnya, dr. Siti Nadia menyebutkan, proporsi kematian pada tenaga kesehatan meningkat di bulan April sampai Juni 2021.

“Peningkatan proporsi kematian pada tenaga kesehatan terjadi pada periode kedua, pada nakes yang belum divaksin atau hanya menerima vaksin satu dosis saja yakni pada April hingga Juni 2021. Efektivitas vaksin Corona-Vac dalam mencegah perawatan dan kematian, lebih rendah dibandingkan pada periode sebelumnya,” tutur dr. Siti Nadia, dalam Siaran Pers PPKM, Jumat (13/8/2021) di akun chanel Youtube Sekretariat Presiden.

Siti Nadia

Secara kalkulasi kemanjuran atau efektivitas vaksin Corona-Vac dalam mencegah perawatan akibat infeksi Covid-19 memang berkurang, begitu juga dengan efektivitas dalam mencegah kematian.

“Efektivitas vaksin Corona-Vac dalam mencegah perawatan dari 74 persen berkurang menjadi 53 persen, sedangkan untuk mencegah kematian sebesar 95 persen di Januari-Maret turun menjadi 74 persen pada April sampai Juni 2021,” lanjut dr. Siti Nadia.

Baca Juga : 75 Persen Kematian Akibat Covid-19 pada Nakes karena Belum Vaksinasi Lengkap

Namun dr. Siti Nadia menegaskan, meski demikian vaksinasi masih dinilai sebagai alat yang efektif untuk perlindungan dalam menekan resiko perawatan dan kematian akibat Covid-19 pada tenaga kesehatan.

“Hal ini artinya membuktikan jika vaksinasi masih terbukti sebagai alat yang efektif dalam menekan resiko perawatan dan kematian pada tenaga kesehatan. Walaupun resiko terhadap paparan virus terhadap tenaga kesehatan sangat tinggi,” kata dr. Siti Nadia lagi.

Tapi melihat kondisi dan data yang ada, Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan vaksin dosis ketiga demi upaya menambah benteng pertahanan perlindungan bagi para tenaga kesehatan yang sehari-harinya tugasnya sangat beresiko.

“Atas dasar inilah Kemenkes memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga untuk menambah perlindungan pada tenaga kesehatan yang beresiko tinggi terinfeksi Covid-19 karena tugasnya. Pemberian dosis ketiga pada tenaga kesehatan ini juga telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI),” pungkasnya.

(hel)