Share

Ini Indikator Suatu Negara Bisa Disebut Bebas dari Pandemi Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 09 Agustus 2021 08:14 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

SUDAH hampir dua tahun pandemi covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Tidak dimungkiri, layaknya di negara-negara lain, masyarakat Indonesia pun sudah lelah dengan kondisi ini.

Semua orang tentunya memimpikan negaranya bisa terbebas dari pandemi covid-19. Tapi sebetulnya, apa sih indikator suatu negara bisa disebut sudah bebas dari covid-19? Apakah jika angka kasus positif covid-19 di negara tersebut 0, maka secara otomatis bisa dikatakan bebas mutlak dari pandemi?

Baca juga: Menkes: Kado Terindah HUT Ke-76 RI adalah Gotong Royong Atasi Pandemi 

Well, ternyata bukan demikian indikatornya. Dikatakan Arie Rukmantara dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, bebas pandemi bukan jika tidak da lagi kasus covid-19.

"Dikatakan sudah bebas dari pandemi itu bukan kalau enggak ada lagi kasus covid-19-nya, hilang itu virus SARS-CoV-2-nya, tapi dilihat apakah berhenti penularannya ke manusia," ujar Arie dalam siaran langsung Okezone Stories, Sabtu 7 Agustus 2021.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Felldy Utama/MPI)

Demi bisa mencapai target tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah pengendalian yang tepat. Salah satu contohnya dengan penerapan pelacakan (tracing), sehingga bisa menyelidiki berapa banyak orang yang sakit.

"Tracing kita selidiki berapa banyak yang sakit, setelah itu disembuhkan, nah sisanya kita lindungi dengan pencegahan yakni protokol kesehatan 3M ditambah vaksinasi," tambahnya.

Baca juga: PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini, Simak Kondisi Kasus Covid-19 di Indonesia 

Arie menjelaskan, protokol kesehatan harus dilakukan secara konsisten. Kemudian dengan waktu penelitian yang lebih banyak, pada suatu titik akan ditemukannya vaksin yang efektivitasnya sangat tinggi. Vaksin inilah yang nantinya bekerja menghentikan penularan di dunia.

"Ini bukan karangan ya, sudah terjadi contohnya pada dua jenis penyakit. Pertama, cacar yang sudah hilang semua di dunia dengan vaksinasi. Lalu kedua, penyakit polio yang di Indonesia sudah hilang sejak beberapa tahun lalu dan di Afrika baru saja diumumkan oleh WHO juga sudah hilang," lanjutnya.

Pada akhirnya penggabungan dari upaya pengendalian dan eliminasi inilah yang bisa mewujudkan eradikasi (hilangnya suatu penyakit dari dunia secara permanen).

"Virus melemah dan berhenti, tidak lagi menularkan ke orang lagi. Virus SARS-CoV-2-nya masih ada, tapi kita sudah terlindungi dan kebal dari virus itu, kita enggak tertular," tutupnya.

Baca juga: Kisah drg Carissa Grani Jadi Mualaf karena Pandemi Covid-19 

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

1
2