Share

Pasien Covid-19 Masih Boleh Jalani Diet Gak Sih?

Antara, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 16:02 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Nasi juga sebaiknya tidak dihindari, namun untuk porsi idealnya adalah satu kepal tangan.

"Jangan salah, tumis itu juga banyak minyaknya, terus bagusnya ya masak sendiri agar tahu takarannya. Jumlah dan jenis makanan yang masuk harus diperhatikan, kalau enggak sayang kalau malah sakit," kata Ingrid.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan vitamin A, D, C, E dan seng atau zinc bisa didapatkan dari makanan sehari-hari. Vitamin A, bisa ditemukan pada produk hewan atau tumbuhan seperti telur, hati, ubi jalar, wortel, ikan tuna, labu kuning, bayam, melon dan grape fruit.

"Kalau vitamin C jangan selalu jeruk. Jeruk itu urutan kelima. Yang banyak vitamin C itu, pertama jambu, kedua paprika, kiwi, kemudian stroberi baru jeruk. Bisa juga dari pepaya dan brokoli," ujar Ingrid.

Vitamin D bisa didapat dari berjemur, ataupun makanan seperti ikan salmon, susu, sereal, yogurt dan tahu atau tempe.

"Kalau vitamin E, biasanya orang nyari dari suplemen padahal banyak dari kuaci tapi belinya jangan yang asin, yang original, terus almond, avokad, kiwi, olive oil dan udang," ujar Ingrid.

Sedangkan untuk seng bisa diperoleh dari daging sapi, daging ayam, biji rami, oatmeal serta jamur siitake.

"Kalau kurang baru minum susu. Makan tahu tempe juga jangan digoreng, tempe bacem juga, itu banyak manisnya. Intinya kalori dikurangi, gizinya jangan," kata dr. Ingrid.

(mrt)