Share

Ketum IBI: Hampir 40 Bidan Meninggal dalam Seminggu Terakhir

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 18:16 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

LEDAKAN kasus Covid-19 tidak hanya berimbas pada para dokter atau perawat, tetapi juga bidan sebagai tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit. Tak heran jika saat ini bidan juga mengambil peranan yang sangat penting di bidang kesehatan, khususnya untuk melayani para ibu hamil di masa pandemi Covid-19.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dr. Emi Nurjasmi, M.Kes, menjelaskan, saat ini sudah ada 207 bidan yang terkonfirmasi meninggal dunia. Bahkan menurut data bulan ini, hingga 8 Juli 2021, sebanyak 40 bidan dinyatakan meninggal. Kondisi ini tentu sangat mengagetkan sekali, yakni dalam waktu satu minggu, hampir 40 bidan yang meninggal.

Bidan

“Dari bidan permasalahannya agak spesifik. Saat ini dengan banyaknya kasus di rumah sakit, tempat penuh, ada ibu-ibu hamil yang mau memeriksa ke bidan. Dia sudah antigen positif, tidak bisa diterima, tapi dia tidak mau ke rumah sakit. Sebab rumah sakit penuh dan ada pula dari mereka yang takut ke rumah sakit,” terang dr. Emi, dalam sesi jumpa pers secara daring, Jumat (9/7/2021).

Lebih lanjut dr. Emi menjelaskan, bidan menjadi tempat yang sangat meresahkan bagi mereka yang membuka praktek mandiri. Sebab pasien tidak mau ketika diminta ke rumah sakit. Bahkan ada kasus dimana pasien yang sudah terkonfirmasi positif dan tidak bisa diterima di rumah sakit, datang ke bidan. Hal inilah yang menjadi dilema bagi para bidan saat ini.

“Hasil analisis kita secara garis besar, jumlah bidan yang meninggal tiap bulannya dari Desember 2020 berjumlah 31, Januari 2021 sebanyak 39, Februari 2021 sebanyak 16, Maret 2021 berjumlah 9, April 2021 terdapat 1, Mei 2021 sebanyak 5, Juni 2021 berjumlah 19, dan Juli 2021 ada 39 sampai 40 dalam kurun waktu satu minggu,” lanjutnya.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Melonjak, Dokter Paru Curhat Tenaga Kesehatan Kewalahan

Menurut dr. Emi, saat ini profesi bidan sedang gencar-gencarnya aktif selama masa pandemi Covid-19. Namun, di sisi lain profesi bidan memiliki kendala-kendala tersendiri yang dihadapi dan berbeda dengan teman-teman tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit. Ia pun membagikan beberapa tantangan yang paling banyak dihadapi para bidan saat ini.

“Kami telah membagikan kendala-kendala yang kami hadapi, diantaranya adalah Alat Pelindung Diri (APD) yang masih terbatas dan pasien-pasien yang antigennya positif tapi tidak mau ke rumah sakit karena rumah sakitnya penuh dan juga mereka ketakutan. Nah ini bidan-bidan tidak cukup aman. Sebab, kalau sudah positif, tidak bisa di tempat bidan,” tuntasnya.

(hel)