Share

Viral Pria Klaim Disuntik Vaksin Kosong, Ini Pernyataan Departemen Kesehatan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 08 Juli 2021 15:15 WIB
$detail['images_title']
Vaksinasi Covid-19 (Foto: Biospace)

BELUM lama ini media sosial dihebohkan oleh pengakuan seorang pria bernama Simon Ng yang mengaku telah diberikan suntikan vaksin kosong saat menerimanya di Rumah Sakit Banting, Malaysia. Ia membagikan rekaman video mengenai kejadian tersebut ke akun media sosial Facebooknya, dan menjadi viral di dunia maya.

Akibat kejanggalan tersebut, Simon pun memilih untuk mengajukan laporan kepada pihak kepolisian terkait hal tersebut. Tentunnya unggahan video serta berita yang saat ini telah menyebar luas di seluruh pelosok Negeri Jiran tersebut telah membuat kepercayaan masyarakat Malaysia menjadi terguncang.

 Vaksin

Sebagaimana dilansir World of Buzz, Kamis (8/7/2021), Departemen Kesehatan Negara Bagian Selangor pun mengeluarkan pernyataan untuk menanggapi masalah tersebut. Mereka menilai suntikan vaksin kosong sangat tidak mungkin untuk terjadi.

Mereka menjelaskan bahwa proses vaksin diberikan secara menyeluruh kepada semua masyarakat, sehingga pemberian suntikan kosong hampir tidak mungkin terjadi. Departemen Kesehatan Negara Bagian Selangor pun menerbitkan sejumlah alasannya dalam keterangan resminya.

1. Vaksinator yang terlibat terlatih dan beretika, selain dipekerjakan secara resmi oleh departemen kesehatan negara bagian.

2.vSetidaknya ada personel yang terlibat dalam pemberian suntikan vaksin di setiap stasiun.

3.vYang satu bertindak sebagai pemberi vaksin, sedangkan yang lain menjadi saksi saat vaksin diberikan.

4.vOrang yang menyiapkan vaksin akan menggunakan jarum suntik untuk mengambil vaksin dari vial dengan jumlah tertentu dan kemudian akan memberikannya kepada pemberi vaksin. Orang ini juga memastikan bahwa tidak ada jarum suntik kosong yang tergeletak di troli vaksinator.

5.Sebelum penyuntikan, pemberi vaksin bertanggung jawab untuk mencatat jenis vaksin yang akan diberikan berdasarkan penandaan yang dilakukan pada saat pendaftaran pasien.

6. Setelah penyuntikan, jarum suntik akan dibuang ke tempat sampah.

Dengan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) secara menyeluruh, Departemen Kesehatan Negara Bagian Selangor menyebutkan bahwa sulit untuk memberikan suntikan kosong kepada pasien mana pun. Ia juga meminta masyarakat untuk menunggu informasi lebih lanjut mengenai masalah ini dan tidak panik.

(DRM)