Share

Pasien Covid-19 Anak Meningkat, Kemen PPPA Perkuat dengan 2P

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 25 Juni 2021 11:23 WIB
$detail['images_title']
Anak pakai masker untuk menghindari Covid-19 (Foto: Huffpost)

KASUS konfirmasi Covid-19 pada anak kini kian meningkat, angka penularan mencapai 12,5 persen dari kasus terkonfirmasi positif secara nasional, atau sekitar 117.000 anak dengan tingkat kematian 3-4 persen.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) segera menguatkan kembali peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P), yakni pelopor dan pelapor dalam penanggulangan Covid-19. Kemudian menggandeng Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

 Pandemi virus corona

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengatakan, peningkatan keterpaparan anak terhadap Covid-19 merupakan tantangan yang perlu untuk segera diatasi. Kemudian forum anak sudah ada di 34 Provinsi, 458 Kab/kota, bahkan di tingkat desa telah terbentuk.

"Meningkatnya keterpaparan (Covid-19) terhadap anak-anak, mudah-mudahan mereka bisa melaksanakan perannya sebagai pelopor dan pelapor. Untuk bisa melakukan itu, mereka harus diperkaya kembali dengan pemahaman dan pengetahuan dari ahli,” ujarnya kemarin.

Ia menambahkan, sebagian besar anak yang terpapar Covid-19 berasal dari penyebaran di klaster keluarga. Oleh karena itu, hal ini harus menjadi dorongan untuk mengetatkan protokol kesehatan terutama Protokol Kesehatan Keluarga.

“Kemen PPPA mengajak semua untuk turut menggalakkan kembali penerapan protokol kesehatan terutama Protokol Kesehatan Keluarga, harus lebih diperhatikan,” terangnya.

Menteri Bintang menaruh harapan pada peran, dan partisipasi anak sebagai teman sebaya. Terutama dalam transmisi informasi dan peningkatan kedisplinan anak serta keluarga terhadap protokol kesehatan. Untuk memudahkan hal tersebut, pemanfaatan teknologi komunikasi dinilai perlu dimanfaatkan dengan baik oleh anak.

“Kemajuan-kemajuan yang ada saat ini bisa kita gunakan, misalnya pemanfaatan teknologi, agar Forum Anak bisa merangkul lebih banyak kelompok anak. Ini harus menjadi perhatian Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum IDAI Aman Bhakti Pulungan mengungkapkan, 30 persen anak yang meninggal akibat Covid-19 berusia antara 10 hingga 18 tahun atau kategori remaja.

“Virus (Covid-19) ini belum ada jenuhnya, dan stamina virus ini belum habis-habis bahkan membuat varian baru. Jadi dibutuhkan ketahanan kita sebagai manusia. Kami (IDAI) dari dulu mengatakan bahwa anak ini bisa juga kena Covid-19 dan anak juga bisa meninggal (karena Covid-19),” ujar Aman.

Menurut Aman, karakter anak cenderung abai dan sulit patuh akan nasihat. Maka dibutuhkan pendekatan lain yakni peer group (teman sebaya) yang dapat membantu dari sisi pencegahan dan meningkatkan kesadaran terhadap anak.

“Karena mereka kelompok yang (cenderung) merasa dunia ini milik mereka. Mereka tidak mau mendengarkan kecuali peer groupnya atau ketika sesuatu itu terdengar hebat,” pungkasnya.

(DRM)