Share

Studi: Koktail Antibodi AstraZeneca Kurang Efektif Cegah Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 10:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi perusahaan farmasi AstraZeneca. (Foto: Cathrin Mueller/Reuters)

Data lain yang diungkap perusahaan adalah semua peserta uji telah terpapar covid-19 dalam delapan hari terakhir. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terapi koktail antibodi ini memiliki beberapa efek pencegahan.

"Sukarelawan yang terinfeksi hingga seminggu setelah mengonsumsi antibodi memiliki kemungkinan 51 persen lebih kecil untuk mengembangkan gejala," kata perusahaan itu. Itu naik menjadi 92 persen jika pasien tidak mencatat infeksi sampai lebih dari seminggu setelah injeksi. Semua peserta memiliki tes antibodi negatif ketika diberi dosis untuk mengecualikan infeksi sebelumnya.

Baca juga: Komnas KIPI: Kematian Usai Vaksinasi Bukan karena Vaksin AstraZeneca 

"Hasilnya menunjukkan koktail itu mungkin berguna dalam mencegah gejala covid-19 pada individu yang belum terinfeksi," kata Myron Levin, peneliti utama studi tersebut dan profesor kedokteran di University of Colorado.

"Masih ada kebutuhan yang signifikan untuk pencegahan dan ini jadi pilihan pengobatan untuk populasi tertentu," tambahnya.

Baca juga: Kemenkes Ungkap 8 Bukti Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan 

Sementara itu, terapi koktail antibodi dipandang sebagai cara untuk melindungi orang-orang seperti pasien kanker yang sistem kekebalannya mungkin tidak merespon dengan baik terhadap vaksin. Terapi ini juga dapat memberikan perawatan yang sangat dibutuhkan ketika negara-negara menghadapi varian dan gelombang infeksi baru di tengah berbagai kecepatan peluncuran vaksin.

"Tetapi produknya tidak praktis untuk digunakan dan skalanya terbatas. Tidak seperti vaksin, di mana miliaran dosis dapat diproduksi setiap tahun, perawatan antibodi hanya dapat mencapai beberapa juta," terang Mark Esser, kepala ilmu mikroba AstraZeneca.

Follow Berita Okezone di Google News