Share

Ada 26 Kasus Varian Baru Covid-19, Bagaimana Efektivitas Vaksin AstraZeneca?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 13:56 WIB
$detail['images_title']
Vaksin AstraZeneca. (Foto: Reuters)

VAKSIN AstraZeneca batch CTMAV547 menuai kontroversi. Vaksin covid-19 ini dihentikan sementara peredarannya dari publik. Vaksin jenis tersebut sedang dikaji ulang toksisitas dan sterilisasinya.

Namun, Vaksin AstraZeneca batch lainnya masih bisa digunakan. Itu kenapa beberapa pemerintah daerah masih menyuntikkan warganya dengan Vaksin AstraZeneca yang dipastikan bukan batch CTMAV547.

Baca juga: Pemakaian Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Dokter Reisa: Jangan Pilih-Pilih Vaksin, Semua Dijamin Aman 

Terlepas dari isu efek samping Vaksin AstraZeneca yang lumayan berat terhadap sebagian orang, bahkan diduga menyebabkan kematian, kabar lainnya menyeruak terkait keampuhan Vaksin AstraZeneca melindungi tubuh dari paparan varian baru virus corona.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Indonesia sudah kemasukan tiga jenis varian baru covid-19 dari luar negeri, yakni B117 (Inggris), B1617 (India), dan B1351 (Afrika Selatan). Kasusnya sendiri ada 26 kasus dengan 1 korban jiwa di Pulau Bali.

Lantas, apakah benar Vaksin AstraZeneca tidak mempan melindungi seseorang dari serangan varian baru virus corona?

Dokter spesialis paru dr Erlina Burhan SpP(K) menjelaskan bahwa Vaksin AstraZeneca yang dipergunakan pemerintah sebagai bagian dari vaksinasi nasional masih cukup efektif melawan mutasi covid-19.

"Vaksin AstraZeneca tetap memberikam proteksi pada penerimanya walau terjadi penurunan yang sangat kecil pada paparan varian covid-19," terangnya dalam acara virtual, Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Kemenkes Ungkap 8 Bukti Vaksin AstraZeneca Aman Digunakan 

Lebih lengkapnya dr Erlina memberikan penuturan berdasarkan ketiga varian covid-19 yang masuk ke Indonesia. Berikut ulasannya:

Varian B117 (Inggris)

Vaksin AstraZeneca dilaporkan mempunyai efikasi terhadap varian B117 asal Inggris dengan angka yang sama dibandingkan alur utama virus.

Follow Berita Okezone di Google News

Varian B1351 (Afrika Selatan)

Proteksi yang diberikan oleh Vaksin AstraZeneca terhadap varian Afrika Selatan ini minimal terhadap covid-19 ringan hingga sedang. Pencegahan covid-19 berat ditunjukkan pada model hewan.

"Analisis klinis lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas vaksin dalam mencegah covid-19 berat," tulis laporan yang dipaparkan dr Erlina.

Baca juga: Tak Semua Vaksin AstraZeneca Dihentikan 

Varian P1 (Brasil)

Varian P1 asal Brasil menunjukkan data bahwa efek penetralan yang serupa pada varian P1 dibandingkan dengan varian Victoria dan Inggris menunjukkan bahwa level proteksi yang serupa mungkin dapat dicapai di dunia nyata.

"Artinya, Vaksin AstraZeneca masih cukup protektif dalam melindungi tubuh dari varian covid-19 sejauh ini," jelas dr Erlina.

Baca juga: Diduga Sebabkan 2 Orang Meninggal, BPOM Keluarkan Update Vaksin AstraZeneca 

Dia pun menambahkan agar setiap masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap tidak melupakan protokol kesehatan.

"Jadi, mau sudah disuntik dosis lengkap vaksin covid-19, yang namanya pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan itu harus jadi kebiasaan sekarang," tegasnya.

1
2